Tiga Tahun Dibully, Siswi di Bandung Meninggal Akibat Depresi Berat

Ilustrasi siswi dibully. (Foto: Pinterest/Freepik)
Ilustrasi stop bullying. (Foto: Pinterest/Freepik)

Kasus perundungan tak habis-habisnya terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Baru-baru ini, seorang siswi di Bandung, Jawa Barat meninggal dunia akibat depresi berat, setelah diduga terus-menerus dibully dari teman seangkatannya.

Siswi tersebut adalah NFN, seorang pelajar di SMK Kesehatan Rajawali di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang ada di Cihanjuang, Cimahi Utara, Jawa Barat. Sangat disayangkan, murid perempuan tersebut meninggal dunia dalam keadan depresi berat pada Kamis (30/5) lalu.

NFN disebut telah mendapat perlakukan bullying dari teman seangkatannya selama tiga tahun terakhir, atau sejak ia masih di bangku kelas 10. Sebelum meninggal, NFN sempat dirawat di selama seminggu di sebuah klinik. Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada akhir bulan lalu.

Perundungan yang dialami NFN itu sudah ia alami sejak kelas 10, tepatnya pada tahun 2021 silam. Menurut ibu korban, Siti Aminah (42), dirinya mulai mengetahui perundungan yang dialami anaknya itu setelah diberi tahu oleh teman anaknya.

Namun, siswi ini tak pernah bercerita terhadap orang tuanya terkait dirinya dibully. Sementara itu Aminah mengaku, sebelumnya sempat akan mengadukan kasus tersebut terhadap pihak sekolah. Namun, NFN mencegahnya lantaran tak ingin memperbesar masalah tersebut.

| BACA JUGA : Sammy Teusch, Anak Usia 10 Tahun Jadi Korban Bully Berakhir Bunuh Diri

“Udah Mah, enggak usah Mah. Neng di sini untuk menuntut ilmu, bukan cari musuh,” ujar Aminah menirukan ucapan sang anak.

Usai ucapan anaknya tersebut, Aminah pun mengira masalah tersebut telah selesai. Namun, siswi ini rupanya terus dibully temannya. Perlakuan perundungan seolah-olah tak ada habisnya.

Jauh setelahnya, tepatnya di tahun 2024 ketika NFN sudah menginjak kelas 3, Aminah kembali mendapat laporan dari teman NFN. Teman NFN menyebut, jika NFN terus-menerus dirundung di sekolah.

Merasa tak terima, Aminah pun kali ini langsung melapor ke pihak sekolah. Saat itu, kondisi putrinya sudah mulai memburuk secara mental.  Selain itu, aminah pun menunjukkan kodisi anaknya tersebut ke keluarga  terduga pelaku dan pihak sekolah.

Pada tanggal 11 Mei, kondisi psikis NFN semakin memburuk dan dirinya pun disebut mulai sering menyebut nama terduga pelaku.

| BACA JUGA : Viral Video Siswi SMP di Tegal Alami Perundungan Adik Kelas

Adapun, kondisi NFN yang memburuk itu mulai disertai kejang-kejang. Ayah NFN, Dadang menuturkan bahwa putrinya itu juga sempat menggigit mulut bagian dalam, atau bagian pipi dalam. Hal tersebut seperti menyiratkan perasaan marah dan kesal yang tak mampu disampaikan oleh putrinya.

Beberapa hari setelahnya, tepatnya pada tanggal 13 Mei, NFN dibawa ke klinik untuk dirawat. Di klinik tersebut, NFN dirawat selama sepekan dan disebut mulai stabil. Hingga seminggu kemudian, yakni di tanggal 20 Mei, NFN diperbolehkan dokter untuk pulang.

Dokter memperbolehkan NFN pulang dengan catatan, jika tanda-tanda gejala sebelumnya muncul kembali, pihak keluarga diminta untuk membawa NFN ke rumah sakit jiwa (RSJ).

Orang tua NFN membawanya pulang ke rumah neneknya yang berada di Cibogo, Bandung, untuk dirawat beberapa hari di sana.

| BACA JUGA : Memilukan, Siswi SD di Sumbar Tewas Usai Dibakar Teman

Seminggu setelahnya, pihak sekolah dan keluarga terduga pelaku bullying sempat menjenguk NFN, Senin (27/6). Sayangnya, kondisi NFN yang belum sepenuhnya pulih membuat dirinya tidak dapat berbicara.

Dua hari kemudian, yakni pada hari Rabu (29/6), NFN meminta pulang ke rumahnya yang ada di Cihajuang, Cimahi Utara. Namun sangat disayangkan, setelah beberapa jam sampai di rumahnya di Cihajuang, NFN meninggal dunia pada Kamis (30/6) pukul 16.00 WIB. NFN langsung dimakamkan keesokan harinya.

“Pas Ashar habis Iqomah, almarhumah meninggal. Meninggal Kamis tanggal 30 jadi dimakamkannya tanggal 31,” terang ibu korban, Aminah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here