Putus dari Wulan Guritno, Sabda Ahessa Sebut Alasan Religiusnya

Hijrahnya Sabda Ahessa bukan karena putus cinta dengan Wulan Guritno, melainkan karena hasil tes kesehatan yang kurang baik (Foto: instagram/sabdaahessa)
Hijrahnya Sabda Ahessa bukan karena putus cinta dengan Wulan Guritno, melainkan karena hasil tes kesehatan yang kurang baik (Foto: instagram/sabdaahessa)

S

iapa sangka, di balik kisah cintanya yang kandas dengan Wulan Guritno, Sabda Ahessa justru menemukan jalan hijrahnya.

Di tengah masa pemulihan, Sabda mulai merenungi hidupnya. Ia merasa ada yang kosong dan mulai mempertanyakan semua keputusan besar yang telah ia buat.

Sabda, putra musisi ternama Sys NS ini, juga mempertegas bahwa keputusannya untuk mendalami ilmu agama bukan karena putus cinta. Ia terdorong untuk hijrah setelah mengetahui kondisinya yang kurang baik melalui hasil medical check-up.

| Baca Juga: Sabda Ahessa Sudah Bayar Rp282 juta ke Wulan Guritno

“Bukan karena itu (putus),” ungkap Sabda di podcast Melaney Ricardo. “Hanya pada periode itu, Mei tahun lalu. Ya sebenarnya bukan gara-gara itu.”

Jauh dari bayangan banyak orang, Sabda memutuskan untuk memperdalam ilmu agama bukan karena patah hati. Melainkan karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

Mantan atlet basket ini didiagnosis menderita radang usus, penyakit yang ia yakini akibat gaya hidup tak sehatnya, termasuk konsumsi alkohol berlebihan.

“Sebelum kejadian itu (putus), aku medical check up, segala macam, dan hasilnya kurang baik. Aku juga ada radang usus,” jelasnya. “Karena kebanyakan makan cabe, kebanyakan macam-macam (alkohol).”

| Baca Juga: Perjalanan Cinta Wulan Guritno Sebelum Gugat Sabda Ahessa

Radang usus ini menjadi titik balik dalam hidup Sabda. Ia mulai mengurangi kebiasaan buruknya seperti begadang, minum alkohol, dan gaya hidup bebas.

Kini ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan mulai introspeksi diri.

“Mulai kepikiran, mulai introspeksi, dan mulai menilai semua keputusan-keputusan besar di hidupku yang udah aku buat itu dasarnya apa,” kata Sabda.

“Hidupku sebelum radang usus, itu hanya serangkaian kesenangan duniawi. Semuanya hanya untuk memuaskan hawa nafsu,” tambahnya.

Dari sinilah, Sabda mulai menemukan makna hidup yang sebenarnya. Ia lebih legowo menerima kenyataan tentang hubungannya dengan Wulan Guritno dan menyadari bahwa wanita tersebut memang bukan takdir yang diberikan Tuhan untuknya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here