Kembali Terpilih, Alwi Assegaf di Kian Santang The Series: Jin Khanis

Alwi Assegaf akan membintangi Kian Santang The Series. (Foto: Agnes/Nyata)
Alwi Assegaf akan membintangi Kian Santang The Series. (Foto: Agnes/Nyata)

Masih ingat drama televisi ‘Raden Kian Santang’? Drama kolosal dengan tokoh utama anak dari Prabu Siliwangi ini pernah fenomenal di tahun 2012 silam. Setelah 12 tahun berlalu, rumah produksi Mesari Pictures dan JP Pictures akan mengangkat kisahnya dengan judul Kian Santang The Series: Jin Khanis.

Meski di judulnya mengambil nama Raden Kian Santang, namun segi alur cerita akan sangat berbeda dengan versi serial televisinya. Film ini akan digarap oleh sutradara Fence F Nayoan.

“Alur cerita di series pasti akan berbeda dengan yang pernah tayang di televisi. Perbedaan yang paling signifikan ada di gendrenya. Kalau di dramanya gendrenya action, dengan latar belakang cerita kerajaan dan banyak adegan fighting-nya, sedangkan di film gendrenya horor, ada komedi dan petualangan,” jelas sutradara Fence F Nayoan, Selasa (11/6/2024).

Meski genrenya berbeda, Fence F Nayoan memastikan orisinalitas cerita masih sama. Sebab hal ini sudah sangat melekat dan dicintai penonton pada masanya. “Itu yang tetap akan kita pertahankan,” imbuh Fence F Nayoan.

| Baca Juga: Joko Anwar Pernah Lihat UFO, Jadi Inspirasi Series Terbarunya di Netflix

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Mulyadi, selaku produser dari rumah produksi JP Pictures. Menurutnya, yang membedakan serial ‘Kian Santang The Series : Jin Khanis’ dengan sebelumnya hanya di packaging-nya atau pengemasannya saja.

“Pemilihan karakter pun tidak jauh berbeda. Kecuali karakter pemeran Surawisesa. nantinya akan ada penambahan karakter,” ujar Mulyadi, Produser dari JP Pictures.

Menariknya , Alwi Assegaf yang dulu menjadi pemeran Raden Kian Santang kembali terpilih sebagai pemeran utama dengan peran yang sama pula. Di series ini dikisahkan, Raden Kian Santang, adalah seorang raja yang bijaksana dan berwibawa yang mensyiarkan ajaran Islam.

Alwi Assegaf mengatakan sangat senang sekaligus terharu dipercaya menjadi pemeran utama. Mengingat peran tersebutlah yang membuatnya populer sebagai jagoan. Jika saat memerankan serial televisinya ia masih berusia 6 tahun, kini ia menjadi Raden Kian Santang disaat usianya remaja atau telah mengijak 18 tahun.

| Baca Juga: Serial Baru Kawin Tangan, Kolaborasi Pertama Reza Rahadian-Mikha Tambayong Jadi Suami…

“Tidak ada kesulitan memerankan Raden Kian Santang, karena sebelumnya kan pernah dapat peran ini. Tantangan atau kesulitannya paling harus menyesuaikan dengan genrenya karena di versi series kan gendrenya horor,” jelas Alwi Assegaf pada kesempatan yang sama.

Jika Alwi Assegaf mengaku tidak kesulitan dengan peran Raden Kian Santang, berbeda dengan Suheil Fahmi Bisyir yang berperan sebagai Raden Surawisesa.
Suheil Fahmi Bisyir pernah memerankan Raden Surawisesa di drama televisi ‘Raden Kian Santang Seasion 2’. Meski ia memerankan tokoh yang sama dengan di ‘Kian Santang The Series : Jin Khanis’ namun karakternya sangat berbeda.

“Waktu di drama juga memerankan Surawisesa, nah di ‘Kian Santang The Series: Jin Khanis’nama tokohnya sebenarnya sama. Hanya saja di series ini karakter aku jauh banget bedanya. Sebenarnya agak susah sih memerankan Surawisesa,” ungkap Suheil Fahmi Bisyir.

Aktor berusia 17 tahun ini mengungkapkan caranya untuk mengatasai kesulitan itu adalah dengan mengikuti arahan dari sutradara. Dia melakukan diskusi dan bertanya dengan sutradara lalu menambahkan apa yang perlu ditambahkan dan mengurangi apa yang perlu dikurangi.

| Baca Juga: Inside Out 2 Segera Tayang, Hadirnya Empat Emosi Baru

‘Kian Santang The Series : Jin Khanis’ juga dibintangi aktor lain, seperti Icha Nabilah, Yama Carlos juga pemain senior Yati Surachman. Selain itu, ada Aman dan Amin, yang berperan sebagai Paman Raden Kian Santang untuk mengawal perjalanannya mencari kitab pusaka kuno.

Premis dari serial yang bakal tayang di bioskop online dan Max Stream pada pertengahan tahun 2024 ini menceritakan hilangnya kitab pusaka kuno yang sakral berisi ilmu spiritual, tabir langit dan peristiwa-peristiwa yang akan datang. Oleh karena itu, Raden Kian Santang diutus untuk menyelidiki dan mencari kitab tersebut serta mencari adik sambungnya yang juga menghilang.

Di suatu hari perjalanannya mencari kitab suci tersebut, Raden Kian Santang terjebak di desa larangan yang penuh dengan kutukan misterius. Desa tersebut diteror dan dipenuhi makhluk mengerikan. Sehingga di saat bersamaan, ia harus mengungkap kejanggalan yang ada di desa larangan dan juga mencari kitab suci.

Berhasilkah Raden Kian Santang menemukan kitab pusaka kuno yang telah hilang? Mampukah ia mengungkap kejanggalan dan kejadian misteri yang terus menghantui desa larangan? (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here