YouTuber Korsel Tewas Ditikam Sesama Konten Kreator saat Live Streaming

Lokasi kejadian YouTuber Korsel tewas ditikam di Busan. (Foto: Dok. Korea JongAng Daily)
Lokasi kejadian YouTuber Korsel tewas ditikam di Busan. (Foto: Dok. Korea JongAng Daily)

Seorang YouTuber Korea Selatan (Korsel) ditangkap setelah membunuh sesama konten kreator yang sedang melakukan live streaming atau siaran langsung di Busan. Tepatnya di depan Pengadilan Negeri Busan. Kejadian terjadi pada Kamis (9/5) lalu.

Dilansir dari Korea JongAng Daily, menurut Kepolisian Metropolitan Busan, korban yang juga YouTuber berusia 50-an ditikam secara fatal saat melakukan live streaming kepada sekitar 4.000 subscriber-nya. Waktu itu dia sedang berkunjung ke Pengadilan Distrik Busan untuk sidang hukum.

Tersangka diidentifikasi sebagai kenalan korban, juga dikenal sebagai YouTuber. Channel-nya memiliki sekitar 8.000 subscribers.

| Baca Juga: Sosok Marista Rita Sinaga, WNI Tewas saat Mendaki Gunung Everest

Polisi menanggapi laporan awal penikaman pada pukul 09.52 waktu setempat. Mereka pun bergegas menuju lokasi kejadian dan menemukan korban mengalami serangan jantung. Meskipun ada upaya untuk menyelamatkannya, korban dinyatakan meninggal pada pukul 11:04 di rumah sakit terdekat.

Pasca YouTuber ditikam, tersangka sempat melarikan diri dari tempat kejadian dengan mobil sewaan. Namun tak berselang lama, polisi berhasil menangkapnya sekitar pukul 11:35 di Gyeongju, Provinsi Gyeongsang Utara.

Setelah kejadian tersebut, tersangka juga sempat memposting tiga kali di bagian komunitas channel YouTube-nya. Pada postingan pertama, ia menyampaikan permintaan maaf kepada para subscriber-nya sambil mengungkapkan kebenciannya terhadap seseorang yang menurutnya “merugikan kebahagiaan orang lain”.

| Baca Juga: Fakta Menarik Um Fahad, TikToker Irak yang Tewas Ditembak

Postingan terakhirnya, tersangka memberi tahu para pengikutnya tentang penangkapannya di Gyeongju. Lantas apa motif di balik penikaman sesama YouTuber? Ternyata pihak kepolisian masih menyelidiki motif di balik pembunuhan tersebut, dengan kecurigaan berpusat pada konflik hukum yang belum terselesaikan yang mungkin menjadi motivasi tersangka. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here