Kain Perca Disulap Menjadi Outer Unik di SFP 2022

Siapa bilang kain perca atau sisa-sisa kain tidak bisa disulap menjadi busana yang indah. Buktinya ada di gelaran Surabaya Fashion Parade (SFP) 2022, Minggu (9/10) malam. Desainer asal Surabaya Yunita Kosasih yang menampilkannya.

Mengangkat tema Fulcrume Dynamites, Yunita mengolah sisa-sisa kain menjadi beragam busana yang unik. Mulai rok, T-shirt hingga outer.

Fulcrum dynamites itu artinya tumpu dinamika. Itu terinspirasi dari cyrcle of life. Siklus kehidupan itu kan dari tanah, lahir, remaja, tua, dan akhirnya balik lagi ke tanah. Nah bagaimana kita bisa memelihara bumi. Kalau nggak dijaga kan makin lama makin hancur. Padahal kita nanti akan kembali ke situ,” beber Yunita kepada Nyata.

Yunita Kosasih dengan outer dari kain perca hasil rancangannya. Foto: HENI Nyata

|Baca Juga: Busana yang Bisa Diubah Jadi Tandu Curi Perhatian di SFP 2022

Karena itu sebagai fashion designer Yunia berusaha ikut menjaga bumi dengan mengolah limbah yang dia punya, yaitu sampah fashion. ”Ada yang segini. Ada juga yang segini. Semua saya pakai,” kata Yunita sambil mencontohkan ukuran limbah fashion dengan tangannya.

Sebanyak 10 look yang ditampilkan di SFP 2022, diolah dari sekitar 1 kilogram kain perca hasil sampah fashionnya. ”Untuk outer ini, kain perca saya guntingin bulat-bulat, kemudian digabungin satu-satu dengan cara dijahit,” terang Yunita.

Untuk warnanya, Yunita tidak menentukan. Tetapi acak sesuai dengan sisa-sisa kain yang ada, karena memang tidak ada pattern khusus.

Butuh dua minggu bagi Yunita untuk membuat 10 outfit yang ditampilkan di penutupan SFP 2022. Mulai one piece, two piece hingga three piece. ”Memang agak ngebut sih. Syukurlah akhirnya selesai juga,” ucap desainer bertubuh kecil itu.  

Vintage Modern

Lain lagi dengan desainer lulusan Arva School of Fashion, Shasha Saphira. Desainer berusia 23 tahun itu mengangkat tema Festin de Tea (bahasa Prancis) atau pesta teh.

Shasha Saphira saat menjelaskan busana desainnya. Foto: HENI NYATA

|Baca Juga: Serba Ramah Lingkungan di Surabaya Fashion Parade 2022

”Saya terinspirasi dari pesta teh di Kerajaan Inggris. Di sana kan punya style yang ikonik, dan kebanyakan vintage. Era 40-an. Nah itu yang ingin saya angkat,” kata Shasha.

Agar cocok untuk dipakai zaman sekarang, Shasha menambahkan sentuhan modern dengan mengubah cutting-nya. ”Kalau vintage kan biasa. Nah saya coba mendesain busana asimetris, ada juga yang cut off yang ngetren zaman sekarang. Juga menambahkan ruffles agar terlihat cute,” terangnya.

Sebanyak 10 look dengan warna-warna serba pastel ditampilkan. Sedang bahannya antara lain brokat, tile dan semi wool. Butuh waktu dua bulan bagi Shasha untuk menyelesikan koleksi yang ditampilkan perdana di SFP itu.*hen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here