Pandemi, Sam Bimbo Ikut Pameran Lukisan di Perpustakaan Nasional

sam-bimbo-lukisan
Foto: Yanuarika/Nyata

Ada saja cara yang dilakukan para seniman untuk memberi semangat kehidupan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya terlihat di Perpustakaan Nasional, Medan Merdeka Timur, Jakarta (10/5). Puluhan seniman yang dikuratori Fajar Sidiq memamerkan karyanya di Pameran Seni Rupa bertajuk Creative Freedom To Heal The Nation (Artist response to the pandemic).

Tapi yang menarik adalah kehadiran Sam, personel grup musik legendaris Bimbo. Dalam pembukaan pameran yang digelar mulai 15 hingga 21 Oktober 2020 itu, Sam tak hanya menyanyikan lagu-lagu hits-nya. Ia juga mengenalkan salah satu karya lukisannya.

“Ini lukisan Tagogapu, bukit kapur di Padalarang. Dulu sebelum ada tol, saya bolak-balik Jakarta-Bandung sering lewat situ. Saya gambar warna-warna panas di sini,” jelas Sam di sela-sela pembukaan Creative Freedom To Heal The Nation, Kamis (15/10).

Ternyata selain piawai menyanyikan lagu-lagu menyentuh, Sam juga seorang pelukis profesional. Ia telah mempelajari seni lukis sejak kuliah di Seni Rupa Institut Teknologi Bandung dan sudah malang melintang di dunia lukis nasional.

Dengan berseloroh, Sam mengaku ia salah hidup di Indonesia lantaran kiprahnya lebih terkenal sebagai musisi daripada pelukis.

“Saya sekolah resmi seni lukis di ITB, saya juga senang melukis. Hanya saya salah hidup di Indonesia sebagai musisi hehe. Di dunia musisi yang juga pelukis ada dua, John Lennon dan Freddie Mercury,” ungkapnya seraya tertawa kecil.

lukisan-sam-bimbo
Sam Bimbo dan karya lukisannya. Foto: IST

Baca juga: ‘Zombie Detective’ Eps 9: Moo Young tak Bisa Kendalikan Naluri Zombie

Bersama beberapa pelukis, Sam pernah melukis mural tembok besar gedung DPR MPR. Ia juga pernah menggelar pameran tunggal untuk memamerkan karya-karyanya medio 2007. Karyanya juga telah menjadi perburuan kolektor. Sebenarnya, tahun ini ia juga berencana kembali menggelar pameran tunggal.

“Sebenarnya saya berencana menggelar pameran tunggal tahun ini. Tapi karena pandemi, sepertinya diundur tahun depan,” katanya.

Tak hanya menghambat pekerjaannya sebagai pelukis, pandemi diakui Sam juga berdampak pada karir musiknya.

“Pusing aja semua. Manggung sekarang susah, mulut harus ditutup masker, penonton juga harus masker. Biasanya kan kita manggung ajak penonton nyanyi bareng, sekarang nggak bisa karena hanya boleh lewat konser virtual,” keluhnya.

Tapi semangat Sam muncul saat diajak memamerkan karyanya di ‘Creative Freedom To Heal The Nation’. Pasalnya, pameran tersebut melibatkan banyak seniman dari berbagai profesi. Dari musisi, budayawan, rohaniawan, jendral polisi, dosen, seniman, artis dan seniman murni.

sam-bimbo
Foto: IST

Diharapkan pameran tersebut bisa menjadi wadah semangat para seniman untuk bisa menyalurkan aspirasinya melalui aktivitas berkesenian di masa pandemi.

“Yang membuat saya semangat mengikuti pameran ini adalah karena yang terlkibat banyak, dari lintas budaya, lintas agama, lintas seni, macam-macam. Otomatis lukisannya macam-macam, dan pesan semangatnya juga macam-macam,” katanya.

Pameran resmi dibuka oleh Ketua Umum HAPSI (Himpunan Artis pengusaha Indonesia), Shannelom Yuna pada 15 Oktober 2020. Terdapat 55 seniman yang terlibat dari berbagai kota memamerkan karyanya di pameran ini.

Jumlah karya yang dipamerkan sebanyak 100 karya lukis dan 6 karya patung. Karya tersebut bisa disaksikan secara gratis atau bisa langsung membawanya pulang dengan membelinya.

“Pameran ini diharapkan jadi obor penyemangat bagi seniman yg kena dampak pandemi covid-19. Saya dedikasikan buat kawan-kawan seniman yg mengalami imbas,” kata Fajar, sang kurator.

Baca juga: Pihak Keluarga Bocorkan soal Resepsi Pernikahan Nikita Willy

Sedangkan Perpustakaan Nasional sebagai tuan rumah, mendukung pameran tersebut lantaran bisa menjadi pembelajaran masyarakat menghadapi pandemi.

Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando yang dibacakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofi Sofiana menyatakan bahwa Perpusnas mendukung acara ini secara penuh. Ini dikarenakan pameran tersebut bisa juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat dalam menyikapi pandemi Covid-19 ini.

”Kami pandang sebagai upaya kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kesadaran bahwa Covis-19 yang melanda Indonesia dan dunia saat ini merupakan urusan kita bersama, bahwa kepentingan memelihara kesehatan diri dan lingkungan adalah upaya bersama,” ungkap Ofi Sofiana. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here