Pasangan Suami Istri Pecahkan Sejarah di Universitas Indonesia

0
62
profesor imam
Foto: Rio/Nyata

Prof. Dr. dr. Imam Subekti, SpPD-KEMD dan Prof. Dr. dr. Valina Singka Subekti, MSi, tanggal 12 Oktober 2019 lalu dikukuhkan sebagai Guru Besar tetap Universitas Indonesia.

Prof. Dr. dr. Imam Subekti, SpPD-KEMD dikukuhkan menjadi profesor di bidang Ilmu Kedokteran, dengan pidato pengukuhan yang berjudul “Kolaborasi dalam upaya pencegahan oftalmopati pada penyakit graves”.

Sedangkan Prof. Dr. Dra. Valina Singka Subekti, M.Si di bidang Ilmu Politik dengan pidato pengukuhan yang berjudul “Sistem Pemilu dan Penguatan Presidensialisme Pasca Pemilu Serentak 2019”.

Baca juga: Perjalanan Panjang Sang Profesor Kusta, Cita Rosita Sigit Prakoeswa

Pasangan suami istri Guru Besar dari dua bidang yang berbeda tersebut, telah menjadi kolaborasi unik untuk mengabdi pada negara. Mereka diharapkan dapat memberi masukan untuk pembangunan bangsa, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menjaga dan mengembangkan wawasan kebangsaan, integritas moral dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tingginya tuntutan riset di bidang akademik, kebutuhan lahirnya Guru Besar baru semakin meningkat.

Kolaborasi-Pasangan-Suami-Istri-Raih-Gelar-Profesor
(Dari kanan) Prof. Valina dan Prof. Imam. Foto: Rio/Nyata

Baca juga: Jurnalis Australia Terjang Reruntuhan Gempa Palu Demi Nyawa Kucing

Guru Besar merupakan suatu gelar kehormatan. Perjalanan menjadi Guru Besar tidaklah mudah. Di UI sendiri terdapat dua aspek utama sebagai penilaian menjadi Guru Besar, yaitu aspek kuantitatif dan aspek kualitatif.

Prof. Dr. dr. Imam Subekti, SpPD, KEMD merupakan staf pengajar Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran (FK) UI. Sedangkan Prof. Dr. Dra. Valina Singka Subekti, M.Si merupakan staf pengajar di Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UI.

Uniknya mereka dikukuhkan menjadi Guru Besar di saat yang bersamaan. Keduanya berhasil memecahkan sejarah, karena hal ini belum pernah ada di UI sebelumnya.

Prof. Imam dan Prof. Valina dapat dijadikan teladan bagi masyarakat. Walau dengan perbedaan profesi, namun mereka bisa menjadi mitra untuk memajukan bangsa dalam bidang pendidikan.

Baca juga: Syuci Indriani, Atlet Tunagrahita Asal Riau Sumbang 3 Medali

Dengan visi yang sama ‘hidup harus mempunyai manfaat bagi lingkungan dan masyarakat’, Prof. Imam dan Prof. Valina menyampaikan pesan bahwa setiap individu yang bekerja keras, tekun, jujur dan amanah apapun profesinya dapat mencapai hasil yang maksimal.

“Saat kami masih menjadi mahasiswa, kami sama-sama aktivis di bidang kemahasiswaan dan oleh karena itu kami dipertemukan dan menjalin pertemanan hingga menjadi pasangan suami istri sampai saat ini. Walaupun profesi kami berbeda tetapi kami dapat menjadi “mitra”,” ujar Prof. Imam.

Prof. Imam menggambarkan Prof. Valina seorang wanita yang selalu memiliki usaha kuat untuk mencapai keinginannya, serta memiliki minat tinggi di bidang sosial kemasyarakatan.

“Bagi saya, Imam seorang ‘dokter plus’ yang artinya meskipun berprofesi menjadi dokter, namun beliau memiliki wawasan yang luas mengenai perkembangan sosial kemasyarakatan, serta sangat kritis dalam mencermati isu-isu sosial politik,” pungkas Prof. Valina. (Rio)