Berbagi Tips Ampuh Cari ‘Jodoh’ dalam Workshop Aksesoris Etnik

0
20
workshop-aksesoris-etnik-1
Foto: Hafidz Wahyu/Nyata

Memulai sebuah usaha, menjadi sebuah tantangan tersendiri. Kalanya, semua sudah dilakukan dengan benar, namun pelanggan masih belum juga datang. Permasalahan ini kebanyakan terjadi kepada para pengusaha barang-barang handmade, termasuk aksesoris etnik.

Nah, solusi permasalahan ini dibagikan dalam Workshop Aksesoris Etnik yang diadakan oleh Nyata, di Hotel 88 Surabaya, pada Sabtu (6/10) kemarin.

“Terkadang semua sudah dilakukan dengan benar. Tetapi belum bertemu pelanggan yang ‘jodoh’ dengan aksesoris kita,” kata Riski Hapsari, selaku pelatih dalam acara tersebut.

Pemateri workshop etnik
Pemateri sedang menjelaskan kiat-kiat dalam menjual aksesoris etnik
(Foto: Hafidz Wahyu/Nyata)

Perempuan yang akrab dipanggil Kiki tersebut, memberikan tips ampuhnya untuk mendapatkan pelanggan. Nyatanya, hal tersebut harus dimulai dengan rasa percaya diri.

“Yang penting PD dulu. Jadi kita mau membuat aksesorisnya, dan kita merasa nyaman ketika memakainya,” ujarnya di tengah workshop.

Baca juga: Serunya Belajar Instagenic Food Photography Bersama Jiewa Vieri

Tak hanya itu, Kiki juga mengatakan kalau setiap aksesoris yang dibuat harus memiliki ciri khas. Bisa dalam pilihan bentuk tertentu, warna ataupun bahan.

“Ini harus dilakukan minimum selama 6 bulan bertutur-turut. Jadi kalau sudah menentukan gaya tersebut, jangan digeser-geser (dengan gaya lain). Kita harus istiqomah, dan bikin yang gitu-gitu terus,” kata Kiki menyemangati.

pemateri dan peserta
Pemateri menjelaskan pengerjaan aksesoris
(Foto: Hafidz Wahyu/Nyata)

Hal ini bertujuan agar pelanggan bisa mengingat brand kita, ketika melihat pola-pola tertentu. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk bereksperimen dengan bentuk baru. Karena terkadang konsumen ingin mempunyai sesuatu yang berbeda.

Baca juga: Suguhkan Cerita yang Tak Biasa, Pertunjukan Going Home Tuai Pujian

Workshop yang diikuti oleh 70 orang ini, berlangsung meriah. Para peserta begitu antusias mengikuti teknik-teknik dasar membuat aksesoris etnik. Bahkan dalam sesi pertama, banyak sekali yang menyelesaikan karyanya sebelum waktu habis.

peserta
Antusiasme peserta dalam mengerjakan pembuatan aksesoris
(Foto: Hafidz Wahyu/Nyata)

Ketelatenan dan kesabaran menjadi beberapa kunci sukses dalam proses pembuatan aksesoris ini. Terbukti, salah satu peserta yang memperhatikan kedua aspek tersebut, dan berhasil menjadi peserta terbaik.

“Sempat speechless, karena memang baru selesai ketika waktu kurang 2 menit. Gini ini kuncinya rapi aja, habis itu telaten, habis itu imajinasi kita harus main,” kata Enita Terestia Febrianti.

peserta workshop
Peserta dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Surabaya dengan telaten menyelesaikan pengerjaan aksesoris
(Foto: Hafidz Wahyu/Nyata)
peserta workshop
Salah satu peserta yang sedang membuat kalung etnik
(Foto: Hafidz Wahyu/Nyata)

Baca juga: Melukis Piring Menjadi Wadah Anak untuk Berekspresi

Tak hanya itu, Workshop ini jadi ajang pertemuan Kiki dengan para konsumennya. Salah satunya adalah Sri Mulyowati, yang datang secara khusus dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Dari Banjarmasin emang mau ikut acara ini. Saya beberapa kali sudah beli (paket) tutorial mbak Kiki. Dan ini baru pertama kali ikut workshop-nya. Saya senang sekali ketemu banyak teman. Dan tapi ternyata susah, soalnya saya masih pemula juga,” katanya.

foto bareng peserta
Seluruh peserta yang mengikuti workshop (Foto: Hafidz Wahyu/Nyata)

Sri juga mengatakan, bahwa ia ingin membagikan ilmunya kepada teman-temannya di Kalimantan. Tak hanya Sri, nyatanya banyak sekali peserta yang berasal dari luar Jawa Timur, seperti Bali, Semarang, Bandung, Jakarta dan Purwakarto. Selain itu, salah satu organisasi wanita Surabaya, GOW juga turut hadir memeriahkan event tersebut. (*/rez)