Ribuan Ballerina Marlupi Pukau Penonton di Pertunjukan The Swan Lake

0
1160
Foto: Reza Wibisono/Nyata

Tarian 13 ballerina kecil yang mengenakan rok tutu dan kostum ala princess Elsa di film Frozen, menjadi pembuka yang mengundang gemas seluruh penonton di Teater Besar-Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Sabtu siang (27/10) kemarin.

Dengan visual istana es Elsa sebagai latar, dan dukungan lighting berbentuk kristal serta diiringi instrumen lagu Let It Go, mereka menari bersama dengan lincah, melompat, dan berlari kesana kemari dengan ceria.

Persembahan Frozen. Foto: Reza Wibisono/Nyata

Baca juga: The Swan Lake, Karya Terbaru dari Marlupi Dance Academy

Tak hanya Elsa, Marlupi Dance Academy juga mengusung beberapa princess lain, seperti Anna, Rapunzel, Snow White, Jasmine, Sofia, dan Cinderella. Tentunya kemunculan mereka, diiringi visual yang terus memanjakan mata.

Foto: Reza Wibisono/Nyata

Tarian Prince & Princess Tiana dari film The Princess and The Frog, menjadi penutup babak pertama yang bertajuk The Princess tersebut. Riuh penonton pun terdengar, saat gemas melihat seorang ballerino kecil sebagai pangeran, dikelilingi oleh 16 ballerina sebagai princess yang kompak mengenakan kostum serba hijau, lengkap dengan tiara berwarna emas-hijau.

Snow White. Foto: Reza Wibisono/Nyata
Dance of Napolitaine. Foto: Reza Wibisono/Nyata
Princess and The Frog. Foto: Reza Wibisono/Nyata

Pertunjukan ini merupakan annual show sekaligus recital murid-murid Marlupi Dance Academy. Siang itu saja, terhitung total ada 450 lebih penari yang berkontribusi.

“Pertunjukan ini adalah pertunjukan recital semua murid Marlupi, total ada 1500 lebih. Maka dari itu, show diadakan Sabtu dan Minggu, dengan 2 sesi per harinya. Penarinya juga berbeda-beda di tiap show­-nya,” ungkap Fifi Sijangga, artistic director Marlupi Dance Academy pada Nyata, Sabtu sore (27/10) kemarin.

Baca juga: SATU HATI Sukses Galang Dana Rp. 2,3 M untuk Palu-Sigi-Donggala

pagelaran-ballet-marlupi-2
Foto: Reza Wibisono/Nyata

Setelah break, pertunjukan The Swan Lake pun dimulai. 17 ballerina dan 3 ballerino pun menari dengan lihainya bak bangsawan yang bercengkrama di halaman istana.

Foto: Reza Wibisono/Nyata

Hingga akhirnya muncul Pangeran Siegfried dan ratu kerajaan, yang ditarikan oleh Michael Halim dan Siti Soraya Thajeb. Sang ratu memberikan Pangeran Siegfried senjata untuk berburu, yang kemudian ia gunakan untuk memburu angsa di hutan.

Foto: Reza Wibisono/Nyata

Suasana pun menjadi romantis, saat suatu malam, Pangeran Siegfried mengurungkan niat untuk membidik ketika melihat keanggunan princess Odette, menari di tepian danau. Pangeran Siegfried dan Odette pun membius penonton dengan keromantisan keduanya yang sedang jatuh cinta.

Foto: Reza Wibisono/Nyata

Tepuk tangan ratusan penonton siang itu tak berhenti bergemuruh, sesaat setelah pertunjukan usai. Senyum lebar Agnes Indira Mayrani, pemeran Odette, tak bisa disembunyikan.

Baca juga: Jarak Tak Jadi Penghalang Chandelier Choir Berlaga di Kancah Internasional

Perjuangannya berlatih pagi-malam setiap hari, terbayar sudah. “Seneng banget. Aku deg-degan sih tadi, lumayan. Nggak kebayang bisa terpilih jadi Odette untuk show siang, sedangkan Rebecca untuk show malam. Padahal dulu, aku masih jadi princess yang kecil-kecil itu,” ujar Indira senang.

Siapa sangka, karena sudah cinta dengan dunia ballet, Indira pun kini terjun full-time menjadi penari. “Aku berhenti sekolah pas kelas 8 SMP, sekarang home schooling karena full nari. Jadi lebih enak bagi waktunya,” terang penerima full scholarship ke Australian Ballet School pertama di Indonesia tersebut.

Foto: Reza Wibisono/Nyata

Di panggung The Swan Lake siang itu, rupanya Indira tak sendiri. Sang adik, Renata, juga ikut menari di corps de ballet The Swan Lake. Uniknya, Yosi Cahya (40) dan Yohanes (45), selaku orang tua Indira dan Renata, juga ikut mengaku gugup saat putrinya hendak pentas.

Baca juga: Hunting 5 Tempat yang Instagrammable di Singapura

“Kami sih ikut deg-degan pasti. Tapi kami yakin kalau mereka akan tampilkan yang terbaik. Kami selalu support karena ballet adalah passion mereka,” ujar Yosi seraya tersenyum bangga.

Di balik suksesnya show ini, Fifi Sijangga juga menyelipkan beberapa harapan. “Saya ingin orang tua juga melihat, bahwa ballerina-ballerino kecil berbakat mereka bisa berkembang pesat, hingga jadi seperti Indira, Rebecca, dan Michael,” tuturnya. (*/rez)