WHO Peringatkan Kandungan ‘Talc’ pada Bedak Bayi Bisa Picu Kanker

Ilustrasu bedak bayi yang ada kandungan 'talc' dapat memicu kanker. (Foto : Gettyimages)
Ilustrasu bedak bayi yang ada kandungan 'talc' dapat memicu kanker. (Foto : Gettyimages)

Badan kanker dari World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan ‘talc’ sebagai zat berbahaya bagi manusia. Zat ini sering ditemukan dalam kandungan bedak bayi yang dapat memicu kanker.

Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), keputusan itu berlandaskan pada hasil penelitian ‘talc’ yang dapat mengakibatkan kanker ovarium pada manusia. 

Dikutip dari Science Alert, Senin (8/7), talc merupakan mineral alami yang ditambang di berbagai tempat di dunia, dan sering digunakan dalam pembuatan bedak bayi.

| Baca Juga : Cegah Risiko dan Komplikasi Cacar Air pada Anak dengan Imunisasi

Kebanyakan orang terpapar talc setelah menggunakan bedak bayi. Menurut IARC, ada peningkatan angka kanker ovarium pada wanita yang kerap menggunakan bedak pada alat kelaminnya.

Namun, dalam beberapa penelitian lain, tidak menutup kemungkinan bedak bayi yang terkontaminasi ‘asbes’ juga menjadi salah satu penyebab kanker.

IARC menyimpulkan laporan yang dipublikasikan di The Lancet Oncology bahwa, peranan dari ‘talc’ belum dapat dipastikan secara menyeluruh. 

| Baca Juga : Rajin Olahraga Berpotensi Kena Serangan Jantung? Ini Faktanya

Hal tersebut mendorong Kevin McConway, ahli statistik di Universitas Terbuka Inggris yang tidak terlibat dalam penelitian ini, masih mempertanyakan temuan tersebut. Pasalnya, menurut McConway, hal itu bersifat observasional sehingga tidak dapat membuktikan sebab akibat.

“Tidak ada bukti pasti bahwa penggunaan bedak tabur mengakibatkan peningkatan risiko kanker,” tambahnya. 

Ringkasan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2020 yang mencakup 250.000 wanita di Amerika Serikat, tidak menemukan hubungan statistik antara penggunaan bedak ‘talc’ pada alat kelamin dan risiko kanker ovarium. 

Namun, pada studi yang dilakukan oleh IARC, badan tersebut mengklasifikasikan akrilonitril, senyawa kimia yang digunakan untuk membuat polimer sebagai karsinogenik (bersifat menyebabkan penyakit kanker) bagi manusia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here