Meghan Markle Protes Tak Digaji saat Lakukan Tugas Kerajaan

Foto: Dok. Reuters

Setelah pemakaman Ratu Elizabeth II, nama Meghan Markle tak henti-hentinya jadi topik utama oleh media. Jika sebelumnya ia disebut pura-pura menangis di pemakaman, kali ini Meghan dikabarkan mengeluh karena tidak digaji saat tur kerajaan.

Isu tersebut muncul di buku Courtiers: The Hidden Power Behind the Crown yang diterbitkan pada Oktober tahun ini. Buku itu ditulis oleh Valentine Low, seorang jurnalis yang memang berbasis meliput keluarga kerajaan. 

Penulis buku itu mengungkap bahwa Meghan pernah terdengar sedang mengeluh karena tak dibayar saat melakukan tur kerajaan di musim semi tahun 2018. Beberapa bulan setelah menikah dengan Pangeran Harry. 

|Baca Juga: Meghan Markle Ingin Temui Raja Charles III. Ada Apa?

“Aku tidak percaya bahwa aku tidak dibayar untuk melakukan ini,” ungkap Valentine yang menuliskan ucapan Meghan. 

Dalam buku itu juga, Valentine menuliskan bahwa Duchess of Sussex frustasi terus menerus karena tuntutan tugas kerajaan yang tak ada hentinya. Seperti Meghan dan suaminya harus mengunjungi beberapa Negara Persemakmuran seperti Australia, Fuji, Tongo, dan Selandia Baru. 

Foto: Dok. Page Six

Sebenarnya, ibu dari Archie dan Lilibet itu pernah mendapatkan kesan yang positif saat ia di Australia. Meghan disebut sukses dalam ‘pendekatan informal yang segar dalam kunjungan kerajaan’. 

Bahkan, istri dari Pangeran Harry itu pernah memberi roti pisang khas keluarga petani yang ia buat sendiri. Namun, Valentine menyebut bahwa, “Ada cerita yang berbeda di balik itu.”

“Walau ia menikmati perhatian, Meghan gagal untuk mengetahui maksud dari kunjungan itu dan berjabat tangan dengan banyak orang asing,” tulis Valentine yang dikutip oleh Page Six. 

Penulis buku itu pun kembali mengungkap perlakuan buruk Meghan lainnya. Mantan bintang Suits disebut pernah berbuat kasar kepada tim humas dan komunikasi saat tur berlangsung. 

|Baca Juga: Tangisan Meghan Markle di Pemakaman Ratu Elizabeth II, Ahli Ekspresi: Ia Paham Kamera

Salah satu mantan staf The Sussexes, Jason Knauf, pernah mengirimkan keluhan melalui e-mail. Ia menyebut bahwa Meghan pernah menggertak dua asisten pribadi yang bekerja untuk pasangan itu. 

 “Aku sangat khawatir karena the duchess dapat menggertak dua asisten pribadi rumah pada tahun lalu,” tulis Jason yang dikutip oleh buku itu. 

Mantan staf itu mengirimkan keluhan karena ia tak kuat dengan perlakuan Meghan. Selanjutnya, Jason mengundurkan diri dari jabatannya di akhir tahun waktu itu. *mir/ika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here