Nasihat ‘Sadis’ B. J. Habibie yang Paling Diingat Dewi Sandra

0
3010
Pesan Habibie untuk Dewi Sandra
Foto: Dok. Instagram Dewi Sandra

“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang”. Begitu juga manusia, sekalipun ia telah tiada, namun segala perbuatan dan jasa-jasanya akan selalu diingat.

Seperti B. J. Habibie yang banyak meninggalkan pesan-pesan berharga. Baik yang memiliki nilai-nilai kebangsaan, maupun nilai keagamaan.

Satu pesan Habibie untuk Dewi Sandra yang paling diingat. Bahkan menurut Dewi, itu adalah nasihat terbaik yang pernah ia dengar.

Baca juga: Kenangan Manis 10 Artis Bersama Mendiang B. J. Habibie

Lewat potret salah satu pemakaman di Tanah Suci, Dewi coba merefleksikan kalimat-kalimat dari mendiang Habibie itu.

PADA AKHIRNYA… Nasehat terbaik yang pernah aku dengar, “Dewi, jika kamu ingin mengerti akan makna kehidupan maka ketemuilah dia yang sedang mempersiapkan dirinya untuk mati,” tulisnya mengawal keterangan fotonya.

Baca juga: Percakapan Terakhir Dita Soedarjo dengan B. J. Habibie

Diakui Dewi, kalimat itu cukup ‘sadis’ untuk didengar. Namun kembali lagi, apa yang diucapkan almarhum adalah suatu kebenaran. Bahwa kematian adalah hal yang pasti.

Kedengarannya kok sadis banget tapi hal ini benar apa adanya. Syukur2 si “dia” ini masih kuat memberikan nasehat terbaiknya, dan kalaupun tidak, melihat dengan mata kepala sendiri bahwa kematian adalah hal yang paling pasti dalam kehidupan ini… Sakratul Maut is no joke, its the real deal… Hal yang paling pasti dalam perjalanan aku dan kamu mau skenarionya seperti apa… pada akhirnya kita pasti akan kembali kepadaNya,” lanjutnya.

Baca juga: Kate Middleton Pede Pakai Anting-anting Harga 25 Ribu

Dewi juga teringat pidato almarhum saat di Kairo Mesir. Di mana jika Pak Habibie dihadapkan pada pilihan antara ilmu teknologi dan ilmu agama. Ia akan memilih ilmu agama.

Hal yang tentu saja membuat Dewi makin kagum dengan sosok B. J. Habibie. Sebab di samping status sosialnya sebagai Presiden RI ke-3, almarhum masih mengingat posisinya sebagai hamba Tuhan biasa.

Berikut ada potongan pidato dari salah satu putra bangsa, Presiden-3 and one of Indonesia’s finest, namun posisi tertinggi beliau adalah hamba Allah. “Saya diberi kenikmatan oleh Allah ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tau bahwa ilmu agama lebih bermanfaat, kalau saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu agama.”- BJ Habibie (pidato beliau di Kairo Mesir),” sambung Dewi.

Semoga semua amal ibadah diterima dan beliau termasuk hamba Allah yang Husnul Khotimah 🤲🏼🇮🇩,” tutup Dewi Sandra. (*)