Elga Naldy Siap Pamerkan Songket Koto Gadang di Moskow

0
153
busana-koto-gadang-minang
Foto: Istimewa

Kesempatan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui desain busana ke mata dunia, menjadi pengalaman berharga bagi desainer Elga Naldy. Tepatnya pada 3-6 September mendatang, Elga bersama sejumlah desainer dipercaya mewakili Indonesia di ajang Collection Premiere Moscow (CPM) Internasional Fashion Trade Show di Rusia.

“Senang diberi kesempatan untuk menunjukan warisan budaya Indonesia, salah satunya Songket Koto Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Saya ingin mengenalkan pada dunia, apa yang dimiliki leluhur saya,” tutur Elga saat ditemui di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (30/8).

Diungkapkan Elga, saat melakukan riset kain khas Minangkabau, ia mendapat tawaran dari seorang sahabatnya, Wawan Soeharto. Ajakan ini langsung disambut Elga. Menurutnya ini kesempatan emas untuk berkiprah ke Rusia dan sekitarnya. Apalagi Sumatera Barat merupakan tanah leluhurnya.

“Sekitar lima bulan lalu saat riset bahan kain khas Minang yaitu Songket Koto Gadang, saya mendapat tawaran. Katanya ada event fashion di Rusia yang mengenalkan warisan budaya Indonesia,” ungkap Elga tersenyum.

busana-koto-gadang
Foto: Istimewa

Tanpa membuang waktu lagi, Elga langsung menyiapkan segala keperluan untuk beraksi di event tersebut. Meski saat itu Elga yang sudah berkiprah di dunia fashion Hong Kong, India dan Singapura, tengah sibuk menyiapkan diri untuk Jakarta Fashion Food Festival 2019 dan busana-busana untuk Konser Nicky Astria.

Elga langsung memikirkan bagaimana caranya mengaplikasikan kain songket menjadi pakaian yang kasual dan bisa dipakai untuk sehari-hari.

“Kain songket kan di Minang, digunakan untuk acara-acara tertentu saja. Kebanyakan yang mengenakan songket ini kan hanya beberapa jam saja. Karena fisiknya memang kaku, terasa berat karena dibuat dari benang emas,” pungkas Elga.

Melihat keunikan kain songket ini, Elga tertantang untuk mempopulerkannya ke ajang internasional. Elga langsung memadukan teknologi modern yang dipakai orang India.

“Saya kan bolak balik ke India membuka usaha tekstil di sana. Lalu saya tawarkan bisa nggak orang sana buat seperti Songket Koto Gadang dengan teknologi yang ada. Ternyata mereka bisa menghasilkan kain mirip songket yang bisa dipakai untuk sehari-hari,” ujarnya.

busana-koto-gadang-minang-1
Elga bersama sederet karya busananya yang anggun. Foto: Istimewa

Meski melakukan perpaduan teknologi, Elga tidak menghilangkan pakem dari Songket Koto Gadang. Warna yang dipilih pun lebih ke warna alam, seperti, hijau, hitam, coklat, putih dan oranye.

“Detail benang emasnya yang berbentuk bunga-bunga dipadukan warna cerah jadi semarak dilihatnya. Itulah yang membuat saya tertarik ingin mengangkat warisan budaya leluhur saya ke mata dunia,” ujarnya bersemangat.

Selain itu, Elga juga membuat busana-busana malam dengan motif yang diciptakannya sendiri. Motif bunga-bunga di atas bahan silk, mendominasi karya Finalis Gadis Sampul ini. Padu padan bordir, kain songket, dan lace menyatu dalam karya ibu muda yang satu ini.

“Persiapan untuk Show CPM Internasionl Fashion Trade Show Moscow ini, sudah saya lakukan sejak beberapa bulan lalu. Karena ini ajang internasional dan membawa nama Indonesia saya sangat serius menyiapkan segala keperluan untuk show dan pameran. Saya nggak mau malu-maluin nama Indonesia, karenanya saya total berkonsentrasi menyiapkannya”, tutur Elga menutup wawancara sore itu. (*)