Astronot Pertama Mencapai ke Bulan, Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

Astronot Apollo 8 William Ander, meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat di usia 90 tahun. (Foto: AP)
Astronot Apollo 8 William Ander, meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat di usia 90 tahun. (Foto: AP)

Mantan astronot Apollo 8, William Anders, yang merupakan salah satu manusia pertama yang mencapai ke bulan, telah meninggal dunia. Astronot yang merupakan pengambil foto ikonik ‘Earthrise’ pada tahun 1968 itu, dilaporkan tewas dalam kecelakaan pesawat pada Jumat (7/6) lalu.

William Anders merupakan seorang pensiunan mayor jenderal di Angkatan Udara AS. Dia meninggal ketika pesawat yang dipilotinya sendiri jatuh ke perairan Kepulauan San Juan, di negara bagian Washington, Amerika Serikat. Anders meninggal di usia 90 tahun.

Di hari Jumat, layanan darurat dilaporkan telah mendapat peringatan di jam 11.40 pagi waktu setempat. Sheriff San Juan County, Eric Peter mengatakan, di jam tersebut pesawat model lama telah jatuh ke air dan tenggelam di dekat ujung utara Pulau Jones.

Menurut Asosiasi Penerbangan Federal, hanya terdapat seorang pilot yang berada di pesawat Beech A45 tersebut. Dewan Keselamatan Transportasi Nasional dan lembaga regulator penerbangan sipil AS (FAA) pun segera menyelidiki kecelakaan tersebut.

William Andreas dan Foto Terkenalnya

Peristiwa yang merenggut nyawa Anders itu telah meninggalkan kesedihan mendalam bagi dunia antariksawan AS. Anders dikenal karena berada di penerbangan luar angkasa manusia pertama yang mencapai Bulan, dan menjadi fotografer salah satu foto paling terkenal dalam sejarah.

Dilansir oleh The Telegraph, Greg Anders, putranya yang merupakan seorang pensiunan letnan-kolonel di Angkatan Udara AS, mengatakan bahwa keluarganya akan selalu merindukan sosok Anders.

| BACA JUGA : Antariksawan Rusia Pecah Rekor Habiskan Seribu Hari di Luar Angkasa

“Keluarga kami merasa hancur. Dia adalah pilot yang hebat dan kami akan sangat merindukannya,” ujar Greg.

Dalam sebuah keterangan, William Anders pernah mengatakan, bahwa foto ‘Earthrise’ merupakan kontribusinya yang paling signifikan untuk program luar angkasa. Itu karena mengingat dampak filosofis ekologis yang dimilikinya, bersama dengan memastikan modul komando dan modul layanan Apollo 8 berfungsi.

Foto Earthrise ikonik yang diambil William Anders selama misi bersama Apollo 8. (Foto: NASA)
Foto ikonik Earthrise yang diambil William Anders selama misi penerbangan bersama Apollo 8. (Foto: NASA)

Foto yang merupakan gambar berwarna pertama Bumi dari luar angkasa itu, merupakan salah satu foto terpenting dalam sejarah modern. Sebab, foto tersebut telah mengubah cara manusia memandang planet ini.

Gambar tersebut telah mendapat kredit dunia internasional. Serta memicu gerakan lingkungan global untuk menunjukkan betapa halus dan terisolasinya Bumi ketika tampak dari luar angkasa.

Anders mengambil foto itu selama orbit keempat kru bulan. Saat itu, ia dengan panik memindahkan seting kameranya, dari mode hitam-putih ke film berwarna.

“Ya Tuhan, lihat gambar di sana!” kata Anders di momen ketika ia mengambil gambar terkenal itu.

“Ada Bumi yang akan datang. Wow, betapa cantiknya!” tambah Anders, yang terpukau dengan penampakan bumi yang berwarna-warni.

| BACA JUGA : Cetak Sejarah, Ed Dwight Jadi Orang Tertua Terbang ke Luar Angkasa

Bill Nelson, administrator NASA, mengatakan bahwa Anders telah mempersembahkan kepada umat manusia, sebuah hadiah paling dalam yang mampu diberikan seorang astronot.

“Bill Anders menawarkan kepada umat manusia di antara hadiah terdalam yang dapat diberikan seorang astronot. Dia melakukan perjalanan ke ambang Bulan dan membantu kita semua melihat sesuatu yang lain: diri kita sendiri,” Kata Nelson.

“Dia mewujudkan pelajaran dan tujuan eksplorasi. Kami akan merindukannya,” imbuhnya.

Mark Kelly, senator Arizona yang juga pensiunan astronot Nasa, mengatakan di X bahwa Anders melalui foto ‘Earthrise’ telah menginspirasi dirinya. Selain itu, foto Anders juga telah berhasil mengubah perspektif umat manusia terhadap planet Bumi untuk selamanya.

“Bill Anders selamanya mengubah perspektif kita tentang planet kita dan diri kita sendiri dengan foto Earthrise-nya yang terkenal di Apollo 8,” ujar Kelly.

“Dia menginspirasi saya dan generasi astronot dan penjelajah. Pikiran saya bersama keluarga dan teman-temannya,” sambungnya.

Anders mengatakan dalam wawancara NASA pada 1997, bahwa misi Apollo 8 tidak bebas terhadap risiko. Meski begitu, ia merasa bahwa ada alasan yang bersifat nasionalis, patriotik, dan eksplorasi penting yang mengharuskan mereka untuk melanjutkannya.

| BACA JUGA : Madison Marsh, Pilot Pesawat Tempur yang Sabet Gelar Miss America 2024

Anders memperkirakan, ada sekitar satu dari tiga kemungkinan dalam misi tersebut. Pertama, bahwa kru tidak akan berhasil kembali. Kedua, kemungkinan misi yang sama akan berhasil. Terakhir, peluang yang sama, bahwa misi tidak akan dimulai.

Dia bahkan mengatakan jika dirinya merasa curiga, bahwa rekannya, Christopher Columbus, berangkat dengan peluang yang lebih buruk.

Anders juga pernah bercerita, tentang bagaimana kondisi Bumi yang tampak rapuh dan kelihatannya tidak signifikan secara fisik. Namun tetap, ucap Anders, Bumi adalah rumah.

“Kami telah mundur dan terbalik, tidak benar-benar melihat Bumi atau Matahari, dan ketika kami berguling-guling dan datang dan (akhirnya) melihat Bumi pertama terbit,” ucapnya.

“Hal tersebut tentu saja, sejauh ini, (merupakan) hal yang paling mengesankan. Untuk melihat bola yang sangat halus dan berwarna-warni ini yang bagi saya tampak seperti ornamen pohon Natal yang muncul di atas lanskap bulan yang sangat mencolok dan jelek itu benar-benar kontras,” ujar Anders.

Menurut Museum Sejarah Luar Angkasa New Mexico, Anders lahir pada tahun 1933 di Hong Kong. Saat itu, ayah Anders adalah seorang letnan Angkatan Laut di atas USS Panay, yang merupakan kapal perang AS di Sungai Yangtze China. Anders dan ibunya melarikan diri selama serangan Jepang tahun 1937 di Nanjing.

| BACA JUGA : Butuh Kerjaan! Johnny Depp Nekat Jadi Astronot di MTV VMA 2022

Di tahun 1983, dirinya dilantik ke dalam International Space Hall of Fame. Kemudian di tahun 1996, Anders dan istrinya Valerie mendirikan Heritage Flight Museum di negara bagian Washington.

Menurut situs web museum, Heritage Flight kini berbasis di bandara regional di Burlington, dan memiliki 15 pesawat. Museum itu juga memiliki koleksi kendaraan militer antik, perpustakaan dan banyak artefak yang disumbangkan oleh para veteran.

Dua putra Anders membantu menjalankan museum tersebut. Anders berpulang meninggalkam 6 anak dan 13 cucunya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here