Berkas Cerai Ria Ricis Diunduh 600 Ribu Kali, Bikin MA Tutup Link

CERAI: Ria Ricis dan Teuku Ryan. Foto: Dok. Agus Apriyanto/Kumparan
CERAI: Ria Ricis dan Teuku Ryan. Foto: Dok. Agus Apriyanto/Kumparan

Belakangan ini berkas gugatan cerai Ria Ricis ke suaminya, Teuku Ryan, menjadi viral di media sosial. Hal itu ternyata membuat pihak Mahkamah Agung (MA) kewalahan. Sebab tercatat, berkas tersebut telah diunduh lebih dari 600 ribu kali.

Alhasil, pihak MA pun memutuskan untuk menutup link berkas tersebut, demi kepentingan Ria Ricis dan Teuku Ryan.

“Bukan menghapus tetapi meng-unpublished karena terlalu banyak yang men-download, lebih dari 600 ribu kali,” ujar Jubir MA Suharto, dilansir dari detikcom, Kamis (9/5) lalu.

| Baca Juga: Komentar Sinis Ria Ricis Atas Klarifikasi Teuku Ryan Pasca Cerai

Sejak pertama kali dipublikasikan di laman resmi MA pada 2 Mei 2024 lalu. Terhitung sebanyak 623.766 kali berkas cerai Ria Ricis dan Ryan diunduh oleh publik. Oleh sebabnya, tautan itu akhirnya ditutup pada 7 Mei 2024.

Suharto menjelaskan, segala informasi yang tercatat di MA, kini telah berpusat di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan. Jadi, publik ingin mencari informasi perihal hal tersebut, bisa mencari tahu di Humas PA Jakarta Selatan.

“Apabila publik ingin mendapatkan informasi tentang itu, bisa menghubungi Humas PA Jakarta Selatan,” jelasnya.

Pihak MA menutup link berkas perceraian Ricis dan Ryan karena urusan privasi. Meskipun, putusan sidang perceraian Ricis itu dibacakan dalam sidang terbuka umum. Yang artinya segala informasi tentang keduanya bisa diakses publik.

| Baca Juga: Kegiatan Teuku Ryan Usai Resmi Cerai dari Ria Ricis

“Putusan ini tidak dipublikasikan untuk melindungi privasi sesuai ketentuan SK KMA 1-144 Tahun 2011,” isi keterangan di tampilan layar Direktori Putusan situs Mahkamah Agung, di putusan cerai Ria Ricis itu.

“Ya sesuai tampilan layar itu, karena putusan pengadilan itu dibacakan dalam sidang yang terbuka untuk umum maka dia bukan termasuk informasi yang ‘dikecualikan’ sehingga publik punya hak untuk mengakses itu informasi melalui PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi),” ucap Suharto.

“Pengadilan karena prinsip dasar sidang pengadilan itu terbuka untuk umum kecuali untuk perkara cerai, susila, ataupun anak. Tapi meskipun begitu, semua putusan pengadilan dibacakan dalam sidang yang terbuka untuk umum,” tuturnya lagi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here