Marshanda Ungkap Fakta Mengejutkan Saat Diduga Hilang di Amerika

Foto: Dok. Instagram @marshanda99

Nama Marshanda sempat menjadi buah bibir netizen Indonesia setelah dikabarkan hilang di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Meski pada akhirnya berita itu telah diklarifikasi dan terbukti tidak benar.

Marshanda sendiri akhirnya buka suara mengenai kehebohan yang ditimbulkannya. Melalui video yang diunggah di akun YouTube miliknya, mantan artis cilik itu mengaku kecewa karena liburannya di Amerika Serikat jadi hancur lebur.

“Semua hancur, gue sudah bilang gue tapering off obat-obatan gue (pengurangan dosis), itu sudah banyak yang tahu misi gue, tapi enggak sampai seminggu sebelum gue ke LA, gue itu water fasting dan drying fasting sama seseorang fasting expert dari Ukraina di Bali yang mengajak puasa seharian dan hanya minum air putih dan tambahan buat gue 3 hari 3 malam tidak makan tidak minum sebagai pemulihan tumor payudara gue,” ungkap Marshanda dari kanal YouTube miliknya pada Kamis (4/8) lalu.

Gara-gara tindakannya itu, Marshanda mengalami pengaruh yang cukup besar dalam mentalnya. Berdasarkan pengakuannya, puasa itu membuatnya seakan mengalami rasa euforia yang menggebu.

|Baca Juga: Marshanda Dikabarkan Menghilang. Pihak Keluarga: Itu Healing Trip!

Foto: Dok. YouTube MARSHED

Saat di Amerika Serikat, Marshanda memutuskan untuk menemui sahabatnya Sheila Salsabila beserta sang suami, David. Kemudian, aktris cantik itu memilih untuk berjalan-jalan di pantai sendirian.

Saat di pantai ia merasakan ada sesuatu yang salah pada dirinya. Ia tiba-tiba kehilangan arah dan bingung harus ke mana.

“Gue cuma pergi dua jam, cari Airbnb, softlens yang gue pakai kena air, dan parahnya gue kesulitan membaca arah mata angin dan bingung arah pulang. Gue ditolong orang ke penginapan, pas gue datang, datanglah ambulans dan 911 yang ditelepon Sheila untuk menjemput gue,” imbuhnya.

|Baca Juga: Pihak Keluarga Ungkap Kondisi Terkini Marshanda Setelah Ditemukan

Setelah ditemukan, Marshanda langsung dibawa ke rumah sakit Jiwa di AS. Dokter menyarankan untuk rawat inap beberapa hari, hal itu membuatnya kehilangan akses berkomunikasi dengan keluarga dan sahabatnya.

“Di RSJ gue masuk di sana dari 27 Juni sampai 11 Juli sampai orang-orang enggak bisa ngakses gue, even nyokap dan adik gue cuma dua kali telepon dan Sheila dan David juga cuma sekali,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here