Kenali Tiga Gejala Depresi Sebelum Terlambat. Salah Satunya Suka Menyendiri!

mengenal-gejala-depresi
Foto: NBC News

Depresi selama ini disebut sebagai penyebab seseorang bunuh diri. Tekanan tinggi, lingkungan yang tidak mendukung serta ketiadaan teman untuk berbagi menjadi beberapa penyebabnya. Lantas apa sih sebenarnya depresi itu? Dan bagaimana gejala depresi?

Dikatakan dr. Damba Bestari, Sp.KJ, depresi merupakan kondisi medis di mana penderitanya mengalami gangguan perasaan yang dapat membuatnya sedih. Hingga berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan dan kesehatan mental.

”Gejala utamanya sering disebut 3A, yaitu afek depresi atau kecenderungan merasa sedih, anhedonia atau kehilangan minat dan  kegembiraan serta anenergi yaitu berkurangnya energi serta menurunnya aktivitas,” papar Damba yang ditemui di Sutorejo Prima Utara Surabaya. 

penyebab gejala depresi
Orang yang depresi terus merasa sedih. Foto: Kazmo Brain Center

Baca juga: 7 Seleb Ungkap Soal Kondisi Mentalnya yang Jauh Dari Kata Sehat

Orang yang mengalami afek depresi akan terlihat lebih sedih dan kosong. Kesedihan itu timbul akibat reflek dari suatu keadaan yang muncul saat itu juga kemudian hilang secara perlahan. Namun perasaan itu akan berulang.

Jika sudah sampai pada tahap anhedonia, penderita akan terlihat lebih murung dan senang menyendiri. Selain itu, ia juga akan kehilangan minat dan kegembiraan dalam hidupnya.

”Misalnya yang dulu suka berenang, sekarang tidak lagi,” ujarnya.

Sedangkan pada tahap anenergia, penderita akan merasa tidak berenergi dan lemas. Tak hanya itu, mereka juga akan mengalami gelisah dan gangguan tidur.

Harus Konsultasi!

dokter-spesialis-ahli-kejiawan-damba-bestari
dr. Damba Bestari, Sp.KJ. Foto: Istimewa

Jika gejala-gejala itu terus berulang dalam rentan waktu 2-3 minggu, penderita perlu berkonsultasi ke ahli, bisa ke psikolog ataupun psikiater. Kedua ahli kejiwaan itu dapat membantu mengatasi gangguan.

Menurut Damba, berkonsultasi dengan keduanya, sama. Namun, pendekatannya berbeda. ”Kalau psikolog pendekatannya lebih ke psikososial. Psiakiater itu lebih ke medis dan psikososial,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya itu.

Baca juga: Pesan Menyentuh Jeongyeon ’TWICE’ yang Hiatus Karena Gangguan Mental

Ada beberapa tahapan, yaitu ringan, sedang, berat dan sangat berat. Penderita yang merasakan afek depresi, menderita depresi ringan. Tahap selanjutnya jika mulai merasakan afek depresi dan anhedonia sekaligus. Tahap berat, yaitu penderita akan merasakan afek depresi, anhedonia dan anenergi sekaligus.

”Dan tahap sangat berat, penderita mulai punya pikiran bunuh diri,” ujar Damba.

Jika sudah mengetahui sampai pada tahap mana, penderita barulah bisa memutuskan untuk berkonsultasi ke Psikolog atau Psikiater. ”Depresi yang sedang sampai berat itu sudah perlu dikasih obat. Yang berhak menentukan dikasih obat itu memang psikiater. Tapi ada
pertimbangan sendiri, tidak bisa disamaratakan,” lanjut psikiater yang juga anggota IASP (International Association for Suicide Prevention) itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here