Geng Dokter Bedah Taklukkan 74 KM Demi Kemanusiaan

0
159
Young Surgeon Cycling Community
Foto: Istimewa

Sebagai ahli medis, rasanya tak cukup jika para dokter hanya memiliki keterampilan dalam menyembuhkan orang sakit. Mereka juga dituntut untuk menjadi contoh bagi masyarakat, agar selalu menjaga kesehatan.

Banyak hal bisa dilakukan, yaitu dengan menjalani pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi dan olahraga rutin. Seperti sekumpulan dokter bedah yang gemar olahraga sepeda ini. Mereka menamakan dirinya YSCC, yaitu Young Surgeon Cycling Community.

Dengan segala kesibukannya, mereka selalu menyempatkan bersua. Seperti pada agenda gathering tahun ini. Bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, Sabtu (17/8) kemarin, YSCC melakukan gowes dengan rute Surabaya-Malang.

Young Surgeon Cycling Community
Start di halaman Jatim Expo Surabaya (Foto: Istimewa)

Berkumpul di halaman depan Jatim Expo Surabaya, mereka mulai mengayuh sepedanya tepat pukul 05.30 WIB. Ada 15 peserta yang berangkat dari sana, dan dua peserta lainnya mulai gabung dari Sidoarjo.

Dalam jarak tempuh sekitar 74 km itu, mereka bersepeda dengan santai, saling menunggu satu sama lain. Tiap peserta juga dilengkapi dengan alat pendeteksi denyut jantung, layaknya atlet sepeda profesional.

“Kita sepedaan kompak dan saling menunggu. Jadi nggak ditinggal bila ada yang speed-nya agak lambat. Namanya juga ride for fun,” kata dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.BTKV pada Nyata.

Young Surgeon Cycling Community
‘Share the road’ dengan pengendara motor di jembatan Lawang (Foto: Istimewa)

Ada empat titik pemberhentian, di area Alun-Alun Sidoarjo, Taman Dayu Pasuruan, Kebun Raya Purwodadi, Pasar Singosari. Sampai akhirnya finish di Taman Indie Araya Malang, sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam kesempatan yang sama, mereka sekaligus menggalang dana untuk disalurkan ke yayasan kanker anak Pita Kuning, melalui campaign Miles to Share.

Dengan tagar #KalahkanKanker, diharapkan masyarakat dapat memberi dukungan pada komunitas pejuang dan penyintas kanker, serta keluarga dan sistem penyokong lain.

“Jadi kita mau komunitas kita, selain berguna bagi anggota, juga bagi masyarakat lain,” tambah Yan.

Young Surgeon Cycling Community
Finish di depan Plaza Araya Malang (Foto: Istimewa)

Di tengah kesibukan yang luar biasa, kepedulian mereka untuk tetap menjaga kesehatan, patut diacungi jempol. Tentu saja, hal ini hendaknya juga dapat ditiru oleh masyarakat, agar meluangkan waktunya untuk berolahraga.

“Waktu bukan dicari, tapi harus diciptakan. Kalau cari waktu senggang, nggak bakal ada,” tegas dokter yang saat ini berpraktek di RS Premier Surabaya itu. (*)