Bagikan Rahasia Sang Putra, Ibu Jefri Nichol: Pasti dia Marah Banget

0
283
ibu-jefri-nichol-rindu
Foto: Dok. Instagram Junita Eka Putri

Hampir satu bulan sudah setelah, Jefri Nichol diciduk Polisi karena penyalahgunaan narkoba. Setelah beberapa minggu ditahan, pemain film Hit and Run (2019) ini menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur sejak 9 Agustus.

Lama tidak berjumpa sang putra, membuat ibu Jefri Nichol, Junita Eka Putri merasakan rindu yang mendalam. Ia pun curhat lewat sebuah unggahan terbaru di Instagram pribadinya.

Junita membagikan potret selfie-nya bersama Jefri yang tengah tertidur pulas. Tampaknya, foto itu adalah foto rahasia, karena memang diambil diam-diam oleh Junita. Ia mengatakan kalau putranya itu pasti marah, kalau tahu dirinya mengunggah foto tersebut.

Kalo pulang syuting subuh ini PR banget ngebangunin dia paginya ,mm iseng selfi aja dulu,kalo dia lihat foto ini di posting pasti dia marah banget,” curhat Junita.

View this post on Instagram

A post shared by nita landrat (@junitalandrat) on

Namun, rasa rindu mengalahkan kekhawatiran Junita. Tak lupa, ibu Jefri Nichol juga memberikan kata-kata motivasi dan doanya.

Tapi kalo rindu mau dikata apa,istirahatlah sejenak nak agr besok kembali penuh dgn semangat baru,segala sesuatu itu terjadi karna sebuah alasan,insyaaalah allah punya sesuatu yg jauh lebih baik dari sekarang,rahasia allah kita ngk tau tp itu pasti 🙏 🥰😍♥️ ♥️👩‍👧‍👦#rindubobokelonanabang😘,” pungkas Junita.

Foto hitam putih itu segera menuai berbagai respons netizen. Banyak yang memberikan semangat kepada Junita dan Jefri.

Semangat mamiiiii .. caption mami adalah rindu seorang ibu kepada anak nya .. sweet banget ☺️ gak sabar tunggu nicole pulang 💖,” tulis Bunga Zainal. “Luvv mami sama abang.. Semangat terus dan jaga kesehatan❤️❤️,” sahut akun @firda.n2217. “Selamat istirahat abang dan kembalilah dgn lebih baik ❤️ Allah tidak memberi abang n mami cobaan tanpa hadiah indah d balik cobaan itu, tetap kuat ya mih ❤❤❤❤,” akun @jejejsca menambahkan. (*)