Mulai Yura Yunita Sampai Payung Teduh Bantu Ekonomi Desa Lewat Jazz

0
34
balkonjazz
Foto: Bayu Ontoseno/Nyata

Sejumlah musisi seperti Yura Yunita, Payung Teduh, Rio Febrian, Dialog Dini Hari, Langit Sore, Tashoora, Nosstress dan Frau akan tampil di event bergengsi bertajuk ‘Balkon Jazz Festival’, 14 September 2019 mendatang. Pagelaran musik ini memang cukup unik, karena berlangsung Balkondes Tuksongo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Dalam praktiknya, event musik ini akan melibatkan masyarakat desa setempat. Dan uniknya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi para musisi bila ingin tampil di sana.

Salah satunya adalah menginap di homestay yang telah disediakan. Permintaan penyelenggara ini wajib ditaati para artis, karena bisa mendongkrak popularitas desa.

“Meskipun homestay, fasilitasnya seperti hotel bintang 4. Kami ingin para artis turut mempromosikan desa-desa tersebut,” ujar Inisiator Balkon Jazz Festival, Bakkar Wibowo.

balkonjazz-1
(kaos putih) Inisiator Balkon Jazz Festival, Bakkar Wibowo. Foto: Bayu Ontoseno/Nyata

Awalnya, permintaan ini dianggap aneh oleh para musisi yang ingin tampil di sana. Tak sedikit dari mereka yang merasa ragu.

“Mereka bilang, kalau kita nolak gimana? Ya sudah kita cari artis lain. Tapi setelah mengetahui, mereka antusias,” jelas Bakkar.

Festival musik ini akan mengusung konsep The Experience of Village Atmosphere. Artinya memadukan keindahan alam dan kekayaan budaya di daerah Candi Borobudur dengan musik jazz.

“Upaya yang kami lakukan ini tentunya dengan harapan akan terjadi pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat lokal, khususnya di sekitaran daerah penyelenggaraan Balkon Jazz. Balkon Jazz Festival akan turut mempromosikan desa wisata di seputaran Borobudur, sebagai destinasi baru dengan berbagai atraksi dan sumber daya alam yang sangat menarik. Masyarakat yang ingin menikmati berbagai sajian yang terdapat di Balkon Jazz bisa mengaksesnya secara gratis,” ucap Bakkar.

Dari masyarakat untuk masyarakat. Itulah tujuan utama diadakan event ini. Tak hanya panggung musik yang berada di desa saja, pengunjung juga akan disuguhkan pasar malam yang menjual beraneka ragam dagangan hasil karya masyarakat desa di sana.

“Sebetulnya di Indonesia sendiri banyak sekali potensi-potensi lokal yang belum diketahui oleh masyarakat di Indonesia maupun mancanegara. Tak hanya Balkon Jazz yang ingin mengangkat potensi yang ada di sekitaran Borobudur, setelah adanya acara ini kami pun berharap akan ada festival-festival serupa,” ungkap Bakkar. (*)