Anggun Dituding Adu Domba Gara-gara Kasus Penistaan Agama

0
3642
lagu perfect world kasus penistaan agama video anggun c sasmi dan anaknya
Foto: Dok. Instagram Anggun C. Sasmi

Kasus penistaan agama belakangan ini tengah menjadi sorotan. Terlebih setelah beredarnya video ceramah ustaz Abdul Somad (UAS) yang diduga melecehkan agama Kristen.

Dalam video tersebut, UAS menyinggung soal lambang salib Kristen dan patung Yesus Kristus. Hal ini menyedot perhatian sejumlah artis, salah satunya Anggun C. Sasmi.

Pelantun Tua Tua Keladi tersebut mengunggah kolase foto UAS dan Meliana. Seperti yang diketahui, Meliana adalah perempuan keturunan Tionghoa yang dijatuhi hukuman 18 bulan penjara, karena kasus penistaan agama. Ia memprotes volume suara azan yang dianggap terlalu keras di lingkungannya.

Lewat caption yang dituliskannya, Anggun seakan mengisyaratkan perbedaan perlakuan yang didapat oleh pemeluk agama minoritas dan mayoritas.

Meliana & Somad. Minoritas VS Mayoritas #Kenyataan,” tulis Anggun.

View this post on Instagram

A post shared by Anggun Official (@anggun_cipta) on

Unggahan ini pun menarik perhatian netizen. Banyak yang tersulut api emosi dan tidak terima dengan unggahan Anggun yang dinilai memperkeruh keadaan. Salah satunya datang dari Sahrul Gunawan.

@anggun_cipta mba anggun yg sy kagumi, baiknya tdk menshare hal spt ini. ini masalah yg sgt sensitif. talk as a french berbeda dgn berbicara sbg asli org indonesia. telaah dl utk memutuskan perlu/tdk nya disampaikan di sosmed,” tulis Sahrul Gunawan. “Publik figur hrs bikin suasana makin adem…jgn posting yg bikin memperkeruh keadaan,” sahut akun @fadkuri. “Anda publik figur jgn mengadu domba,” kata akun @sari_azilla menambahkan. “No respect untuk postingannya , memecah belah kesatuan, 😇,” ujar akun @pranata_edogawa.

Dituding adu domba, Anggun tidak tinggal diam. Ia memberikan komentarnya dengan menceritakan pengalaman hidup sebagai seorang minoritas di Prancis.

Saya tinggal di Paris, saya Muslim dan minoritas di negeri Prancis. Di awal karir, saya pernah dianjurkan untuk tidak memberi tahu tentang agama saya agar agama2 lain yang menjadi mayoritas tidak merasa terganggu. Dari sini lah saya mulai mengerti arti kata “minoritas” karena sangat merasakannya, dan hingga saat ini saya selalu mempunyai empati kepada mereka yang harus terus mengalah supaya tidak “mengganggu” yang jumlahnya lebih banyak. Lebih banyak belum tentu berarti benar,” kata Anggun. (*)