Warga Bali Dianiaya Polisi, Dapat Ancaman Penembakan

IWS Diancam Ditembak oleh Oknum Kepolisian (Foto : Gettyimages)
IWS Diancam Ditembak oleh Oknum Kepolisian (Foto : Gettyimages)

IWS, seorang warga Denpasar, Bali diduga dianiaya oleh sejumlah oknum anggota polisi dari Polres Klungkung. Dia mendapat penganiayaan seperti pemukulan di gendang telinga hingga pecah. Tidak hanya itu, dia juga mendapat ancaman berupa penembakan serta ingin ditelanjangi.

“Saya dipukul sampai gendang telinga saya pecah. Saya diancam mau ditembak juga. Saya ditelanjangi,” kata IWS, dikutip dari Kompas.com, Minggu (07/07).

IWS kemudian mengadukan peristiwa tragis tersebut ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali. Direktur LBH Bali Rezky Pratiwi membeberkan, kejadian ini bermula ketika korban ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam kasus kepemilikan kendaraan bodong akhir Mei lalu.

| Baca Juga : 10 Oknum Polisi Diduga Sekap hingga Dianiaya Warga di Bali

Korban lantas dibawa oleh 10 anggota polisi ke sebuah rumah untuk diinterogasi. Namun dalam proses pemeriksaan, polisi diduga memperlakukan korban secara tidak manusiawi.

Akibatnya, korban mengalami luka fisik, termasuk luka permanen pada salah satu gendang telinganya.

Rezky Pratiwi mengatakan, korban telah membuat laporan ke Polda Bali pada 29 Mei 2024. Sayangnya, petugas SPKT yang menerima laporan mengarahkan pelaporan tersebut pada 352 KUHP tentang penganiayaan ringan.

| Baca Juga : Status Tersangka Berpotensi Gugur, Pegi Setiawan Bakal Bebas

Di lain sisi, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus memang membenarkan adanya laporan terhadap 10 anggota Satreskrim Polres Klungkung soal kasus tersebut.

Namun, dia membantah terdapat 10 anggota polisi melakukan penganiayaan dan penyekapan terhadap pelapor. “Itu tidak benar,” tegas Jensen.

Jensen menyebut, kasus yang melibatkan IWS ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya. Yakni 28 unit mobil dan 2 sepeda motor bodong yang disita polisi di kawasan Nusa Penida, Klungkung. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here