Aktivis Israel Desak Perdana Menteri Netanyahu Undur Diri

Benjamin Netanyahu didesak oleh aktivis Israel untuk segera undur diri dari jabatan Perdana Menteri. (Foto : Gettyimages)
Benjamin Netanyahu didesak oleh aktivis Israel untuk segera undur diri dari jabatan Perdana Menteri. (Foto : Gettyimages)

Para aktivis di Israel telah melepas balon hitam dan kuning di dekat perbatasan Gaza. Pelepasan balon tersebut adalah simbol dukungan mereka untuk gencatan senjata.

Tak hanya itu, kelompok itu juga segera menggelar demonstrasi besar-besaran guna menuntut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengundurkan diri.

Dikutip dari Aljazeera, Minggu (7/7), para aktivis akan melakukan aksi tersebut sebagai tanda sembilan bulan sejak serangan Hamas pada 7 Oktober lalu. 

| Baca Juga : Terus Serukan Stop Genosida Israel, Dua Lipa Siap Hadapi Reaksi Balik

Mereka berencana menggelar demonstrasi besar-besaran di seluruh Israel, termasuk di depan markas militer Kirya di Tel Aviv.

Peristiwa tersebut merupakan bagian dari apa yang dijuluki sebagai ‘minggu perlawanan’. Para pengunjuk rasa akan berkumpul di semenanjung negeri untuk menyerukan pemilihan umum dan kesepakatan gencatan senjata untuk mengamankan pembebasan tawanan Israel di Gaza.

Sementara itu, kelompok pejuang Palestina di Gaza, Hamas mengatakan klaim militer Israel bahwa para pejuangnya hadir di sekolah yang dikelola UNRWA di Nuseirat adalah kebohongan. 

Dalam serangan Israel terhadap sekolah al-Jaouni baru-baru ini, mereka menewaskan 16 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

| Baca Juga : Aktor Captain America Chris Evans Dituduh Tandatangani Bom Israel

Di lain sisi, pertempuran masih berlanjut di wilayah Shujayea, Kota Gaza dengan serangan Israel yang menjebak banyak keluarga dan menyebabkan kerusakan besar. 

Israel turut menyerang az-Zawayda di Gaza tengah dan lingkungan al-Mina di Kota Gaza utara, serangan itu menewaskan sedikitnya sembilan warga Palestina.

Senior Hamas mengatakan kelompok itu bersedia mencabut tuntutannya namun Israel harus terlebih dahulu berkomitmen pada gencatan senjata permanen. Syarat itu harus dipenuhi sebelum Hamas menandatangani perjanjian gencatan senjata yang diusulkan Amerika Serikat.

Hamas akan mendorong tuntutan tersebut dalam negosiasi selama jeda awal pertempuran yang dijadwalkan berlangsung selama enam minggu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here