Lewat Album ‘Better Together’ Bemby Noor Ajak Anak Indonesia Semangat Mengejar Mimpi

Foto: Dok. Ist

Meski dikenal sebagai pencipta lagu-lagu hits seperti ‘Jodoh Pasti Bertemu’ (Afgan), ‘Wajahmu Mengalihkan Dunia’ (Afgan), ‘Untuk Apa’ (Maudy Ayunda), ‘Buktikan’ (Dewi Sandra) dan banyak lagi, Bemby Noor ternyata juga perduli dengan lagu anak anak.

Salah satu karya terbaru Bemby Noor yang baru saja dirilis ada di mini album anak anak bertajuk ‘Better Together’ yang merupakan hasil kolaborasinya dengan Vadimitra, Founder, CEO sekaligus Produser Alva Primero.

Lagu-lagu di mini album ini menggambarkan persahabatan dan ajakan agar tetap semangat mengejar cita-cita dan mimpi. Dibawakan oleh tiga penyanyi, salah satunya lagu bertajuk ‘Mengejar Impian’ yang dinyanyikan oleh Sandrica Elana Mazea (Sandrica). Lagu ini memiliki pesan positif dan menginspirasi anak-anak Indonesia untuk menggapai mimpi.

Lalu ada Agatha Giselle (Giselle) dengan lagunya berjudul ‘Jangan Batasi Mimpi’ yang intinya untuk memberikan semangat dan motivasi untuk berani bermimpi meski adanya tantangan maupun keterbatasan.

|Baca Juga: Berkolaborasi Bersama, Afgan dan B.I Saling Lontarkan Pujian

Foto: Dok. Ist

Sementara lagu ‘Teman Sejati’ dibawakan duet oleh Salsabilla Nadifa Setiawan (Sabil) dan Sandrica. Lagu itu berkisah tentang sahabat yang selalu ada dan saling menyemangati dalam sedih maupun senang.

Menurut Bemby Noor membuat lagu anak anak memberikan tantangan tersendiri buatnya. Selain memakai lirik yang mudah dimengerti, temanya pun juga harus dekat dengan dunia anak anak. Seperti tentang persahabatan, keluarga, lingkungan, pendidikan dan semangat meraih cita cita.

“Buat aku challenging juga. Jadi aku coba merasakan dunia anak itu seperti apa, temanya harus sesuatu yang inspiratif dan educating,” terang Bemby Noor pada media di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/7) lalu.

|Baca Juga: Afgan-Rossa Gelar Konser Romantis

Sementara itu, Founder, CEO sekaligus Produser Alva Primero, Vadmitra mengatakan ‘Better Together’ diharapkan bisa mengisi kekosongan lagu-lagu anak. Ia mengaku ikut prihatin dengan banyaknya generasi muda zaman sekarang yang membawakan lagu milik orang dewasa.

“Banyak anak-anak yang nyanyi bukan lagu untuk usia mereka. Kalau pun ada lagu yang mereka nyanyikan, remake atau cover lagu anak yang udah ada. Padahal era media sosial sangat luas tapi lagu anak tetap masih sedikit, ” jelas Vadmitra.

Sabil punya cerita sendiri saat rekaman. Ini merupakan rekaman pertama yang ia lakukan.

“Pasti ada deg-degannya. Ini kan baru pertama buat aku. Tapi aku dikasih semangat sama Om Bemby akhirnya aku bisa,” ujar Sabil pada kesempatan yang sama.

Ketiga anak tersebut memang sudah punya prestasi. Sandrica berusia 10 tahun ini menyandang gelar duta perlindungan Anak Kota Bogor dan Duta Anak APSAI (Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia). Selama ini ia aktif mengkampanyekan sikap anak Indonesia bertutur kata yang positif, Serbukatif (Seribu Kata Positif).

Sedangkan Giselle, berusia 13 tahun, merupakan salah satu finalis Solo Vokal tingkat provinsi (Nasional) ajang FLS2N yang diadakan Kemdikbud RI.

Sabil yang berusia 9 tahun, merupakan pendongeng anak yang aktif berkegiatan mendongeng secara Online (Dongeng Gembira di IG Live Vision Kids, Dongeng anak di IG Live Kampung Dongeng Tangsel dan lain-lain), dan juga secara Offline (roadshow bersama kampung Dongeng x BI Cinta Bangga Paham Rupiah). (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here