Kartunis yang Mengkartunkan Nabi Muhammad Meninggal Dunia

0
681

Kartunis Denmark yang pernah menghebohkan dunia dengan mengkarikaturkan Nabi Muhammad SAW di harian lokal tempatnya bekerja, Charlie Hebdo, meninggal dunia sehari sebelum Kota merayakan Idul Adha. Kurt Westergaard, nama kartunis itu meninggal dunia di apartemennya di usia 86 tahun.


Dia meninggal akibat penyakit tua yang yang sudah diidapnya. Menurut keluarganya, Kurt meninggal dengan tenang dalam tidurnya.

Kurt Westergaard dalam kesehariannya (cnn)

“Dia meninggal dengan tenang, dalam keadaan tidur nyenyak,” jelas keluarga almarhum kepada sebuah harian lokal Betlingskez.


Kurt adalah orang yang paling bertanggung jawab atas dimuatnya 12 gambar wajah Nabi Muhammad SAW, di mingguan Charlie Heibdo tahun 2005. Kurt sudah bekerja sebagai karikaturis sejak tahun 1980. Di mengawali karirnya sebagai ilustrator di harian Jylland -Posten.

Kurt Westergaard (Getty Image)

“Sebenarnya kartun Nabi itu pernah diterbitkan di korannya, pada awal karir dia sebagai ilustrator. Tapi tidak ada keributan seperti sekarang,” kata seorang kawannya kepada pers.

Protes Luar Biasa


Mungkin karena saat itu dianggap aman, Kurt pun membuat karikatur serupa. Sayangnya kali ini dia salah besar. Sebab dia menerima protes luar biasa, di seluruh dunia. Terutama di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.


Semua protes itu menuntut dihentikannya penayangan sketsa wajah Rasulullah, dan Kurt harus diadili.

Protes dari seluruh dunia (net)

Seremnya lagi, protes itu tidak hanya dilayangkan di media sosial tetapi juga dalam bentuk demonstrasi besar-besaran di depan kantor Charlie Heibdo dan kantor kedutaan besar Denmark dan konsulatnya, di seluruh dunia. Mereka bahkan merusak kantor Charlie Hebdo dan mengancam akan membunuh Kurt.


Sejak itu Kurt menghilang tanpa ada yang mengetahui jejakmya. Hal itu bisa dipahami karena gelombang protes terhadap ulah Kurt itu berlangsung terus menerus sejak Februari 2006 hingga 2015.

Dapat penghargaan dari mantan Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) dan Presiden Jerman Joachim Gauck (EPA)

Protes-protes itu memuncak dan berubah jadi anarkis pada tahun 2015, atau tiga tahun setelah secara sengaja mingguan Charlie Heibdo edisi Paris menerbitkan ulang karikatur tersebut.


Setidaknya 12 orang tewas dalam kerusuhan tersebut. Sehingga sejak itu banyak kantor media dan karikaturisnya yang harus hidup dengan penjagaan ketat dari polisi, agar mereka tidak dibunuh pemrotesnya.


Di awal tahun 2010, polisi menangkap seorang pemrotes yang hendak menghabisi Kurt dengan sebilah pisau.*bbs/nan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here