Ini Langkah yang Tepat Untuk Merekonstruksi Wajah

0
44
operasi-plastik
Foto: Deherba

Usaha agar tetap cantik dengan Metode The Science of Facial Architecture di era Beauty 4.0, mulai menjadi kebutuhan masyarakat untuk tampil sempurna. Tidak saja untuk eksistensi dan aktualisasi di media sosial, namun pada kehidupan yang nyata.

Disitulah kemudian muncul berbagai klinik kecantikan yang menawarkan metode untuk mempercantik wajah. Sayangnya, banyak masyarakat yang tergiur oleh iming-iming cantik secara instan, tanpa memperhatikan unsur estetika dan ilmu kedokteran.

“Celakanya, banyak yang ingin tampil cantik tapi salah penanganan, malah
berubah sebaliknya,” kata Founder & President Director of Miracle Aesthetic Clinic Group, dr Lanny Juniarti Dipl.AAAM kepada media di kawasan Senayan Jakarta Selatan, Kamis (25/7).

“Dia jadi kehilangan sosok aslinya, berubah jadi mirip orang lain. Efek buruknya jadi tidak percaya diri, minder dan bahkan sampai stres,” lanjutnya.

rekonstruksi-wajah-1
Foto: Reza Wibisono/Nyata

Dengan banyaknya kasus itu, maka ia meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih klinik kecantikan. Berkaitan dengan hal itu, wanita cantik ini memperkenalkan metode The Science of Facial Architecture, dimana dalam perawatan estetik membentuk wajah ideal, dilakukan pendekatan holistic antara kepekaan artistic (citra rasa seni) dengan ilmu kedokteran.

Menurut dr Lanny, tehnik ini dilakukan secara bertahap, dan bertujuan memperbaiki struktur kulit untuk memperkuat fondasi wajah lebih dulu.

“Wajah diibaratkan sebagai sebuah bangunan. Akan jadi seperti apa, tergantung bagaimana fondasi awalnya,” jelasnya.

Adapun tahapannya menurut dokter Lanny, pertama Facial Assessment. Tahapan ini sangat penting karena disinilah terjadi ‘kesepakatan’ antara dokter dan pasien. Dokter akan menganalisa dan memahami apa yang menjadi keinginan dan yang dirasakan atau dikeluhkan oleh pasien.

“Untuk menganalisa wajah pasien tidak hanya berdasarkan keluhan saja, tapi juga ada alat membantu menganalisa dan simulasi dengan teknologi 3d System Camera. Disini pasien akan diberi tahu, tindakan apa yang akan dilakukan berikut hasilnya,” papar wanita yang memulai karirnya dengan
menjadi dokter di Surabaya ini.

rekonstruksi-wajah
Foto: Reza Wibisono/Nyata

Selanjutnya dokter akan merancang program perawatan (Treatment Plan) yang sesuai dengan kebutuan setiap individu. Tentunya, perawatan yang diberikan akan berbeda-beda. Untuk memperkuat struktur wajah bisa dilakukan dengan berbagai treatment antara lain filler hingga ultrasound.

Tahapan akhir adalah Treatment Journey. Tahap ini, apa yang sudah dilakukan oleh dokter akan terus dipantau kepada si pasien. Biasanya waktu yang dibutuhkan maksimal 3 bulan dan tercepat 1 bulan, tergantung jenis treatment dan harganya.

“Jadi, intinya tidak ada hasil yang instan. Itu juga yang ingin saya edukasi
ke masyarakat. Semua butuh waktu tapi yang terpenting adalah hasil akhir yang aman, konsisten dan tahan lama,” tutupnya. (*)