Serunya Para Jagoan Cilik Belajar Coding

0
286
Event Maze Coding
Foto: Catur/Nyata

Banyak cara, agar belajar coding jadi hal yang menyenangkan. Seperti yang diusung event MAZE Coding & ICT ini. Event yang digelar pada Minggu (14/7) itu, mengajak anak usia 7-17 tahun untuk memaksimalkan waktu libur sekolah mereka, dengan belajar coding.

Berlokasi di Graha Natura Surabaya, yang memiliki konsep green and healthy living, pembelajaran tidak hanya dilakukan secara indoor, tapi juga outdoor.

Event Maze Coding
Pembekalan sebelum peserta menuju pos 1 (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)
Event Maze Coding
Tri Wijantisari Ir., S.Pd., M.Kes., selaku CEO LKP Project Development Center memberikan sambutannya (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

Project Development Center, lembaga komputer yang terakreditasi di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, sengaja membuat acara ini agar anak-anak dapat belajar coding sekaligus bermain dengan alam.

Baca juga: MAZE Coding Jadi Wadah Untuk Anak Belajar Coding Sambil Outbond

Para peserta terbagi dalam beberapa tim. Setiap tim, terdiri dari 5-6 anak.

Event Maze Coding
Peserta dibekali peta dan alat pengukur (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)
Event Maze Coding
Berpetualang untuk menuju pos berikutnya (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

Dalam menjalankan misi di beberapa pos, mereka harus berkolaborasi dan bekerjasama. Oleh karena itu, masing-masing anak memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan misi di tiap pos.

Seperti pada pos pertama, dua anak bertanggung jawab memecahkan kode, untuk menuntun jalan mereka menuju pos-pos berikutnya. Namun, bukan berarti anggota tim tidak diperkenankan turut andil. Mereka masih bisa memberi masukan pada rekan satu timnya.

Baca juga: 4 Style Anak Marissa Nasution Saat Plesir ke Helsinki Ini Unyu Banget

Untuk menuju pos kedua yang letaknya beberapa ratus meter dari pos pertama, dibutuhkan ketepatan dan ketelitian. Hal itu karena mereka harus mengukur dan menyesuaikan jalur yang ada di peta.

Event Maze Coding
Anak-anak diperkenalkan basic 3D, dan berkesempatan mencoba teknologi VR (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)
Event Maze Coding
Senangnya mencoba kacamata VR (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

Di pos ini, para peserta dikenalkan dengan 3 dimensi (3D). Berikut teknologi yang mengusung konsep 3D, yaitu Virtual Reality (VR). Melalui kacamata VR, dua anak dari tiap tim menjalankan simulasi sebagai seorang pilot dan dokter.

Baca juga: Diam-diam April Jasmine dan Ustaz Solmed Jaga Jarak dengan Anak

Tidak itu saja, kegiatan juga diisi oleh games non digital. Agar anak-anak bisa bercengkerama dengan teman-temannya. Seperti halnya yang ada pada pos tiga.

Event Maze Coding
Para peserta seru-seruan bermain games tebak kata (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)
Event Maze Coding
Games ini berada pada pos 3 (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

Selain itu, anak-anak juga diperbolehkan mencoba games karya murid-murid Project Development Center. Dengan begitu, diharapkan anak-anak dapat terpacu untuk mempelajarinya. Sebagaimana slogan yang diusung lembaga komputer ini, gamer become a smart gamer.

Event Maze Coding
Penyerahan hadiah untuk tim yang mendapat skor terbanyak (Foto: Catur/Nyata)

“Harapan kami, mereka (anak-anak) mendapat pemahaman apa itu coding. Kedua, mereka bisa menerapkannya,” kata wanita yang akrab disapa Janti itu.

Meski kegiatan ini rata-rata dilakukan di halaman terbuka, namun anak-anak begitu antusias mengikuti acara, dari awal sampai selesai. Marc Aurel Benpoly, salah satu peserta MAZE Coding mengaku senang. Terlebih ia mendapat banyak teman baru. (*)