Mengulik Fakta-fakta Dibalik Proses Pembuatan Loving Pablo

0
56
Foto: Universal Studios

Hal menarik dari Loving Pablo, film yang dibintangi Javier Bardem dan Penelope Cruz ini, adalah kisah di balik layarnya. Bagaimana Javier mentransformasi diri menjadi Pablo Escobar. Saking miripnya hingga membuat Penelope, istrinya tidak mengenali bahwa ada sosok Javier di balik itu.

Atau mengapa harus syuting di Kolombia, sementara bisa saja pengambilan gambar dilakukan di tempat lain.

”Banyak alasannya. Pertama, kita butuh atmosfernya. Ketika kita di Kolombia, kita dikelilingi orang-orang yang tahu kisahnya. Selain itu, kita juga berada di lokasi yang sebenarnya,” kata Javier Bardem dalam wawancara dengan The Sydney Morning Herald.

”Kedua, dikelilingi orang-orang yang tahu kisahnya membuat kita menciptakan angle yang pas. Banyak orang berharap kita tidak mengambil sudut pandang glamornya atau membuat Escobar tampak keren, karena sejujurnya tidak yang keren tentang dia. Orang-orang juga sangat khawatir karena sekarang di Kolombia, anak-anak mudanya ingin menjadi Escobar,” lanjut Bardem.

Baca juga: Loving Pablo, Melihat Pablo Escobar dari Sisi Berbeda

Demi karakter Pablo Escobar, Bardem mencari petunjuk bagaimana bisa memainkannya. ”Saya melihatnya sebagai kuda nil, yang juga binatang kesayangannya. Binatang yang memiliki energi dan pola pikir berdarah dingin, yang diperlukan untuk melakukan kekejaman,” ujar Bardem.

Bardem memandang Escobar sebagai pria yang menghabiskan hidupnya untuk sesuatu yang sia-sia. Namun orang-orang justru mengejar dia.

”Ada sisi berbeda dari pria ini, karena dia begitu dicintai beberapa orang di Kolombia. Dia monster mengerikan yang menciptakan banyak rasa sakit. Tapi di sisi lain, dia juga manusia yang hancur, jahat dan egois,” ungkap aktor 49 tahun itu.

”Gagasan tentang dia selama ini sepertinya tidak pernah jauh dari keserakahan, kekuatan dan keegoisan. Itu semua menarik, tapi saya pikir kita butuh sudut pandang berbeda dari Escobar ini,” lanjut Bardem.

Karena itulah Javier Bardem ingin membuat kisah ini. Dengan mengangkat kisah dari novel karya Virginia Vallejo, Loving Pablo Hating Escobar, Bardem berkisah tentang asmara pria terkaya ke tujuh di dunia, kala itu.

Pemeran Pengganti

Tidak sekadar mencari sisi lain Pablo Escobar, Bardem juga berusaha keras menyamakan fisiknya dengan gembong narkoba itu. Aktor kelahiran 1 Maret 1969 itu harus menambah berat badannya, demi menyerupai fisik Pablo.

Dia juga memanjangkan rambut, demi bisa dikeriting sesuai rambut Pablo yang memang keriting. Namun itu tentu belum cukup.

Bardem tetap menggunakan prostetik untuk efek dagu ganda, yang juga jadi ciri Pablo. Nyaris tidak ada bedanya antara Bardem dan plus plusnya itu dengan Pablo.

Baca juga: 8 Fakta Film Ant-Man and The Wasp yang Wajib untuk Disimak

Namun satu hal, jika Anda sudah melihat adegan Pablo yang telanjang berlari di hutan dan ditembaki helikopter, apakah itu Bardem yang melakukannya?

”Oh bukan. Itu pemeran pengganti,” kata Bardem sambil tertawa. ”Pemeran pengganti untuk adegan telanjang. Bokong yang telanjang,” kata Bardem lagi yang juga lagi-lagi tertawa.

”Kami harus mencari seseorang berbadan besar, dengan bentuk fisik yang mirip. Kami ternyata menemukannya. Cuma sedikit menyedihkan, karena ada yang memang mirip dengan Pablo Escobar,” imbuh ayah dua anak itu. (*/rez)