Stadhuis Schandaal, Karya Terbaru Adisurya Abdy Setelah Lama Vakum

0
52
Foto: Syukri/Nyata

Setelah lama vakum, sutradara senior Adisurya Abdi kembali menyutradarai film berjudul Stadhuis Schandaal. Film yang mengangkat nilai sejarah dengan balutan kekinian ini, diharapkan dapat diterima oleh remaja generasi sekarang.

Tidak hanya bertindak sebagai sutradara, Adisurya ikut menulis skenarionya. Filmnya sendiri, mengambil lokasi syuting di Jakarta , Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah dan Shanghai, Tiongkok.

”Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian, tetapi unsur-unsur historisnya tetap terpenuhi. Sehingga memberikan generasi baru, untuk banyak mengetahui sejarah yang belum terungkap,” ucap Adisurya Abdi.

Dua kurun waktu yang disajikan, yakni  setting zaman kolonial pada abad ke-16 dan kekinian (modern), menjadi kekuatan cerita dalam film ini.

Foto: Dokpri.

Stadhuis Schandal sendiri mengisahkan tentang Fei (diperankan Amanda Rigbi), seorang mahasiswi Ilmu Budaya Universitas Indonesia, yang sedang mengerjakan tugas kampus mengenai The Old Batavia.

Saat mencari bahan dan riset di kawasan Kota Tua Jakarta, dia merasa diperhatikan seorang gadis keturunan Belanda-Jepang, bernama Saartje Specx atau dipanggil Sara (Tara Adia). Sosok Sara kemudian menghilang dari pandangan Fei, saat telepon berbunyi.

Baca juga: Just Say His Name! Setidaknya Ada 4 Easter Egg di Trailer Shazam!

Kejadian tersebut membuat Fei penasaran, dengan sosok wanita yang memperhatikannya di Museum Fatahillah, yang dulu bernama Stadhuis itu.

Sara kemudian Fei melewati lorong waktu, ke masa Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon. Sosok Sarah yang hadir dari masa lalu, ditampilkan sebagai sosok hantu yang cantik. Namun sayang, kostumnya terkesan seadanya, begitu pula dengan settingan pada zaman kolonial, yang seharusnya bisa ditampilkan dengan apik, dengan suasana kala itu.

“Saya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi, atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di zaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal,” ungkap Adisurya.

Baca juga: 25 Foto Ini Buktikan Pangeran George Sudah Lucu Sejak Lahir

Lebih lanjut, Areng Widodo ditunjuk sebagai penata musik film ini. Dia sendiri merupakan pemusik senior yang pernah beberapa kali bekerjasama dengan Adisurya Abdy.

Dalam film ini, Areng Widodokembali menyajikan Lagu ciptaannya, Syair dan Kehidupan yang dulu dipopulerkan oleh Achmad Albar, yang diaransemen ulang dan dinyanyikan oleh Hilda Ridwan Mas.

Selain Amanda Rigbi dan Tara Adia, film ini juga diramaikan oleh sederet pemeran lain seperti Ricky Cuaca, George Taka, Tio Duarte, Aty Cancer, dan masih banyak lainnya. (*/rez)