Mengapa Britney Spears Harus Dicengkeram Ayahnya? Ini Alasannya

Britney Spears saat ini bener-bener menikmati kebebasannya setelah 13 tahun dicengkeram ayah. Maklumlah belasan tahun tidak bisa berbuat apa-apa, meski punya banyak uang. Tapi mengapa ya Britney sampai harus di bawah kekuasaah ayah?


Cerita pun meloncat ke puluhan tahun lalu, jauh sebelum Britney berkarir. Pemilik nama lengkap Britney Jean Spears (39) ini terlahir sebagai anak ke dua dari tiga bersaudara pasangan James ‘Jamie’ Parnell Spears (58) dan Lynne Irene Spears (56). Britney punya satu kakak lelaki, Bryan James (44) dan adik perempuan, Jamie Lynn (30).

Lynne baru berumur 21 tahun ketika kawin lari dengan Jamie tahun 1976 di kota tempat tinggal mereka, Kentwood, Louisiana. Tapi yah sejak awal, perkawinan mereka sudah bermasalah. Mereka sempat hampir bercerai pada tahun 1980, namun gugatan ditarik kembali.

Alasannya Lynne memergoki suaminya selingkuh. Selain itu Jamie juga pecandu alkohol. Ada suatu masa, Lynne marah besar dan menembaki kulkas dengan senapan.

Meski sebagai suami istri Jamie dan Lynne jarang akur, namun urusan mengurus Britney, keduanya kompak. Mereka ingin anak ke dua itu bahagia dan sukses, sebab Britney memang terlahir sebagai bintang.

Britney (baju biru) dan pemain Mousekeeters, dua di antaranya adalah Ryan Gosling dan Justin Timberlake (Britney MTV/Facebook)

Britney sudah mencuri perhatian ketika tampil dalam satu resital tari di usia tiga tahun. Jamie dan Lynne rajin mengantar putrinya itu ke kompetisi tari di Lafayette hingga yang lebih besar di New Orleans. Mereka harus meminjam uang dari teman-teman untuk membayar bensin agar Britney bisa mengikuti audisi.


Tapi lagi-lagi, Britney memang terlahir sebagai bintang, dia langsung mendapat peran pengganti di Brodway, sebelum dia berumur 10 tahun. Dia pun kemudian bergabung di The Mickey Mouse Club versi tahun 90-an.

Ketika berusia 16 tahun, Britney menandatangani kontrak enam album dengan Jive Records. Itu berkat pengacara hiburan Larry Rudolph, yang kemudian jadi manajernya. Tahun 1998, itulah debutnya sebagai penyanyi profesional yang langsung mendunia.

Britney yang belum genap 17 tahun muncul dengan Baby One More Time. Penyanyi kelahiran 2 Desember 1981 itu tampil sebagai siswi SMA, rok lipit dan perut terbuka.

Baby One More Time yang melambungkan Britney (YouTube)

Namun karena Jamie dan Lynne punya dua anak lain yang harus dijaga, Britney ditemani kerabat dekat di awal karir. Meski demikian Britney tetap dekat dengan ibunya.

Britney bahkan membelikan perkebunan di Kentwood senilai USD4 juta (setara Rp 58 miliar) tahun 2000. Saat itulah sebenarnya Britney sudah mendesak ibunya untuk menceraikan ayahnya.

Hal itu terungkap dalam memoar Through the Storm yang diterbitkan Lynne tahun 2008. “Bertahun-tahun melakukan pelecehan verbal, perilaku tidak baik dan tidak berada di tempat yang seharusnya saat dibutuhkan. Maafkan saya baru mengambil keputusan ini setelah menelan banyak korban,” tulis Lynne.


Jamie dan Lynne pun bercerai pada Mei 2002. “Itu adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam keluarga saya,” kata Britney kepada People di tahun yang sama.


Namun masalah mulai muncul. Britney putus dari Justin Timberlake, ikon remaja yang dia kenal saat berumur 11 tahun. Ketika sama-sama bermain di Mouseketeers. Britney menjadi rapuh sekaligus liar. Dia mulai sering clubbing serta bergaul dengan Lindsay Lohan dan Paris Hilton. Berita ketiga sosialita remaja jadi jaminan laris tabloid-tabloid.

Britney, Paris dan Lindsay saat hang out (net)


Namun Britney juga mengalihkan patah hatinya itu dengan bekerja keras. Dia latihan dansa tanpa henti, rekaman, pemotretan, show dan menghabiskan malam-malam yang panjang di bus. Sebelum akhirnya check in hotel sebelum fajar.


“Jadwalnya lebih gila lagi dan lagi dan lagi,” kata Julianne Kaye, penata rias yang bekerja dengan Spears di tahun-tahun awal. Manajemen juga lebih dan lebih. “Saya ingat dia sering menangis. Dia lelah. Dia bilang ingin jadi gadis normal. Bangun dan bermain, bergaul, belanja dan tertawa-tertawa tanpa beban,” lanjut Julianne.


Hidupnya persis sama seperti di lagu Lucky, single-nya di album ke dua Oops!…I Did It Again tahun 2000. Nggak lama setelah itu Britney mulai mengisap ganja, menggunakan kokain dan sering bertindak gila. Dia pernah mengajak salah satu penarinya, Molly, meloncat ke Laut Mediterania.

Cerita dan video Lucky yang mirip kisah Britney (net)

Banyak kegilaan lain, namun tidak ada yang lebih gila ketika dia bertemu Kevin Federline di sebuah klub malam awal tahun 2004. Mereka menikah enam bulan kemudian, padahal Kevin kala itu masih bertunangan dengan aktris Shar Jackson, yang sedang hamil.


Lebih gila lagi, tidak ada perjanjian pra nikah, yang sudah pasti bikin keluarga panik. Kekayaan yang sangat besar dipertaruhkan. “Lynne kehilangan akal sehatnya,” kata Jacqueline Butcher, teman keluarga itu, mengenang. “Mereka tidak akan membiarkan pernikahan menjadi legal,” lanjut Jacqueline.

Tapi entahlah apa yang ada di pikiran Britney. Dia justru melakukan pemotretan, di mana dia berpakaian pelayan Prancis dan menyajikan minuman untuk Kevin yang mengenakan topi pengemudi truk, celana pendek kargo, dan sandal jepit.

Mungkin Britney ingin keluarga yang sederhana. “Saya sudah berkarir sejak saya berusia 16 tahun, telah berkeliling dunia dan bahkan mencium Madonna!” tulisnya di situs Web-nya, dua bulan setelah menikah. “Satu-satunya hal yang belum saya lakukan sejauh ini adalah punya bayi. Aku tidak sabar!”

Impian sederhana Britney (net)

Putra pertamanya, Sean Preston lahir selisih 10 bulan setelah pernikahan. Kehidupannya makin kompleks. Bukan lagi tentang Britney pribadi, namun suami dan anak. Ternyata menjadi ibu tidak sesederhana ketika memimpikannya. Ada realita yang berbeda. Dia tidak punya pengalaman itu.

Sementara paparazzi makin gencar mengejar dia. Salah satu kekonyolan yang bikin Britney dikecam adalah dia mengemudi dengan Preston di pangkuan. Dalam pengakuannya, dulu dia sering dipangku demikian ketika ayahnya mengemudi di pedesaan.

Pada September 2005, putra keduanya, Jayden James lahir. Tiga pekan setelah kelahiran Jayden, Kevin terbang ke Vegas menggunakan jet pribadi untuk berpesta bersama teman-temannya.

Dua bulan kemudian Britney menggugat cerai. Kevin konon mencoret-coret dinding kamar mandi di sebuah klub malam. “Hari ini aku orang bebas, berikan anak-anakku, jxxxng!” Kevin meminta hak asuh penuh, namun persidangan memutuskan hak asuh dipegang berdua. Preston baru berusia satu tahun lebih, sementara Jayden masih menyusui.

Meski menginginkan kedua anaknya berada di dekatnya, namun Britney dan Kevin, bertindak seenaknya. “Saya nggak tahu apa yang harus saya lakukan dengan diri saya sendiri,” katanya dalam dokumenter MTV.

Ini yang bikin Britney dikecam habis (net)

Meski sama-sama clubbing, namun sorotan kepada Britney jauh lebih kencang. Britney pun makin bertindak di luar akal sehat. Pada Februari 2007, dia mencukur rambutnya, di sebuah salon di Tarzana. Tidak lama setelah itu, dia menyerang mobil paparazzo dengan payung.


Dua insiden itu memperkuat citranya sebagai orang dengan gangguan mental. Keduanya dipicu oleh dia mengemudi ke rumah Federline, dibuntuti fotografer, dan ditolak akses ke anak-anaknya. Kejengkelan yang manusiawi ya sebenarnya.

Banyak yang menduga Britney mengalami depresi pasca melahirkan. Banyak pula yang mengatakan jika Britney bergelut dengan narkoba dan alkohol. Lynne dan Kevin mensyaratkan jika ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak, Britney harus direhabilitasi. Nasihat itu dilakukan pada awal tahun 2007, tapi itu hanya satu hari. Akibatnya Britney kehilangan hak asuh anak-anaknya. Hakim memberi kesempatan berkunjung empat hari dalam satu minggu dengan pengawasan pengadilan.

Perilaku Britney pun makin aneh. Saat bersamaan dia bertemu Sam Lutfi, seorang yang bekerja di Hollywood dan Britney mempercayakan urusan pribadi dan profesional kepada Sam. Larry Rudolph tidak lagi menjadi manajernya.

Aksi nekat Britney (net)

Bersama Sam, Britney makin nggak jelas. Britney menjadi mesin uang, kapan harus bekerja, kapan harus berbelanja, kapan tidak boleh melakukan itu, kapan harus. Sementara Sam dengan seenaknya menggunakan uang Britney untuk kepentingan pribadinya.


Penyanyi Courtney Love, istri almarhum Kurt Cobain, menyebut Sam, penipu jalanan. Sebab dia juga sempat diperlakukan yang sama.
Masalah pun bergulir antara Britney, Kevin dan Sam. Dua pria biadab itu mempermainkan Britney. Kevin melarang mantan istrinya itu menemui dua anak mereka, sementara Sam memanfaatkan kegusaran itu.

“Sebagai ibu, Britney itu ibu yang baik. Sulit baginya bersama anak-anak hanya beberapa jam. Mengucapkan selamat tinggal ke anak-anak ketika jam berkunjung habis. Saya membawa anak yang satu sementara Britney membawa yang lain dan setelah itu merek menangis,” kata penjaga rumah Britney.

“Dia sering curhat, dia hanya ingin bahagia, punya keluarga dan anak-anak tinggal bersamanya,” imbuh penjaga itu.
Hingga suatu hari, Britney ingin memiliki satu anaknya itu. Dia menyandera si bungsu. Itulah awal terjadinya keributan. Pengacara Kevin menelepon polisi, pemadam kebakaran dan ambulans. Empat helikopter berputar-putar di atas rumah.

Dibawa paksa untuk pemeriksaan mental (net)

“Rumah Britney seperti lokasi pembunuhan, dengan banyak polisi, lampu sorot yang menyorot rumah. Saya kemudian bilang ke dia, kalau Jayden harus diserahkan,” kata Sam.


Britney tidak berkata apa-apa, tatapannya kosong dan Jayden pun harus diserahkan. Britney sendiri dibawa ambulans dan itulah situasi ‘5150’, yaitu penahanan psikiatri darurat, di mana seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental dapat dirawat tanpa disengaja.
Saat itulah keluarga perlu mengambil tindakan. Jamie berdiskusi dengan Lou Taylor, manajer bisnis yang mengambil konsevatori Lindsay Lohan dari ayahnya.


Setelah melewati proses peradilan, Jamie menjadi konservator. Dia berbagi tugas dengan pengacara Andrew Wallet yang ditunjuk pengadilan. Dalam tugasnya sebagai konservatori, Jamie menyebutkan jika Britney menderita demensia. Dia juga mengajukan perintah penahanan terhadap Sam. “Sam telah menonaktifkan mobil Britney, memutus saluran telepon dan memberikan obat-obatan dalam makanan Britney. Meski obat-obatan itu ada dalam resep,” tulis Lynne di memoarnya.

Awalnya Jamie memang menyelamatkan putrinya dari cengkeraman orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun justru akhirnya dia juga mencengkeram.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here