Drama Korea ‘Racket Boys’ Hina Indonesia, Ini Balas Dendam Warganet

0
472
drama korea racket boys rasis indonesia melecehkan
Foto: SBS

Jangan main-main dengan warganet Indonesia! Drama Korea Racket Boys yang ditayangkan di SBS, tengah jadi perbincangan hangat lantaran disebut melecehkan Indonesia. Salah satu adegan dan dialog di episode ke lima memancing emosi warganet Tanah Air. 

Sebab itulah warganet Indonesia langsung menyerang sederet akun SBS. Mereka menuntut pihak produksi agar tidak membuat drama yang rasis. 

Lantaran hal tersebut, akhirnya pihak SBS meminta maaf. Melalui sebuah unggahan di Instagram, SBS mengakui kesalahannya. Ia pun berjanji akan lebih memperhatikan isi konten pada episode selanjutnya.

Kami dari tim produksi Racket Boys menyampaikan permohonan maaf mengenangkan pertandingan yang tersiar di episode 5. Kami tidak bermaksud untuk merendahkan negara, pemain atau penonton tertentu. Namun demikian, kami mohon maaf atas beberapa adegan yang telah menyinggung pemirsa kami dari Indonesia. Kami akan memperhatikan dengan seksama untuk episode selanjutnya,” begitu bunyi permohonan maaf dari SBS.

Rupanya permintaan maaf itu tak cukup untuk menyembuhkan sakit hati para pemirsa. Buntut dari episode tersebut, Racket Boys kini diganjar rating buruk di situs Internet Movie Database (IMDb). Bahkan judul drama yang dibintangi Tang Joon Sang ini terlihat berganti nama jadi RacketRacist.

racketracist racket boys warganet indonesia
Drama Korea Racket Boys dianggap lecehkan Indonesia. Foto: imdb

|Baca juga: Sinopsis ‘Nevertheless’: Han So Hee Jatuh Hati dengan Si Bad Boy

Rating drama garapan sutradara Jo Young Gwang itu terus menurun. Bahkan kini berada di angka 2,2 dari 10. Dalam kolom review, banyak sekali yang memberikan satu bintang dari 10.

Adegan yang disebut melecehkan Indonesia tersebut adalah ketika para pelatih dan atlet bulutangkis Korea Selatan mengikuti perlombaan  internasional di Jakarta. Kala itu mereka tengah bersantai dan menumpahkan kekecewaannya di sebuah restoran. 

“Kelakuan yang buruk,” ujar si pelatih sambil memukul meja.

“Pak, tenang. Bapak tahu ini bukan kali pertama,” ujar salah satu atlet.

“Kamarnya buruk sekali. Mereka (tuan rumah, red) berlatih di stadion dan kita dipaksa latihan di salah satu tempat latihan yang tidak terdapat AC. Si brengsek itu,” imbuh sang pelatih.

“Ada satu alasan. Han Se-yoon (salah satu pemain utama Korsel, red). Mereka ingin mengalahkannya apapun caranya. Jangan khawatir soal Se-yoon. Kita sudah menemukan strateginya,” tutur sang pelatih lagi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here