Pada Kondisi Ini, Denada tak Lagi Tutup Wajah sang Putri dengan Stiker

Kondisi Shakira Aurum
Foto: Dok. Instagram Denada Tambunan

Hampir dua tahun anak Denada Tambunan, Aisha atau dulu dikenal dengan Shakira, menderita leukimia atau kanker darah. Meski sedang berjuang melawan penyakitnya, Aisha tetap seorang anak yang ceria.

Banyak hal yang dilakukan oleh bocah tujuh tahun itu selama menjalani perawatan di Singapura. Misalnya, membuat sebuah lagu berjudul Wash Your Hand yang berhasil dikenal hingga Russia.

Kegiatan Aisha lainnya adalah membuat konten di aplikasi yang sedang viral saat ini yaitu TikTok. Dengan aplikasi itu, Aisha bebas membuat video seru-seruan yang disukainya.

“Aisha itu suka banget main TikTok. Dia selalu ngajarin aku, segala gerakan TikTok itu. Dia nggak punya akun TikTok, dia pakai akun aku. Aku biarin karena dia bisa gerak dan ngedit sendiri,” ujar Denada saat live di akun Instagram Caren Delano, Rabu (3/6).

|Baca juga: Hebat! Lagu Ciptaan Anak Denada Tembus Tangga Lagu di Russia

Namun jika dilihat dari video-video yang diunggah, wajah anak Denada selalu ditutup dengan stiker yang menggemaskan. Rupanya, Denada sengaja menutupnya, karena sang putri tidak suka perubahan penampilannya.

“Semenjak Aisha menjalani kemo, dia mengalami banyak perubahan fisik. Kalau dulu temen-temen lihat rambutnya panjang, dia mengalami perubahan. Rambutnya botak sekarang, perlahan-lahan mulai tumbuh lagi,” beber perempuan 41 tahun itu.

Aisha rupanya tak menyukai perubahan fisiknya semenjak menjalani kemoterapi. Karena tak ingin sang anak sedih, Denada pun tak mau menunjukkan wajah asli Aisha ke hadapan publik.

“Aku nangkep, aku tanya, ‘What’s wrong?’, dia bilang, ‘Enggak, ibu’, tapi dia liat ke kaca kayak marah, terus aku tanya, ‘Aisha mau ibu tutup kacanya?’. Katanya, ‘Mau, ibu’,” begitu jelas Denada.

|Baca juga: Ganti Nama sang Putri Jadi Aisha, Ini Alasan Denada Tambunan

“Di situlah aku sadar, dia amat nggak suka refleksi dirinya di kaca. Dia nggak suka sama perubahan dirinya itu. Dia sendiri aja nggak nyaman lihat refleksi dirinya dia, apalagi dengan harus dikasih liat ke social media untuk orang lain,” paparnya.

Meski begitu, suatu saat jika sang anak sudah menerima keadaannya, Denada berkeinginan untuk tak lagi menutup wajah Aisha dengan stiker.

“Suatu hari nanti semua akan normal, pada saat itu terjadi, of course dengan senang hati aku akan buka stikernya. Tapi prosesnya harus aku jalanin, demi kenyamanan saat ini,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here