Mundur dari Kerajaan, Meghan Markle Ngebet Jadi Presiden AS

meghan-markle-presiden-amerika-serikat
Foto: Marie Claire

Bukan rahasia lagi kalau Meghan Markle memiliki banyak mimpi besar. Bahkan kabarnya, Duchess of Sussex itu bercita-cita menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut diungkapkan oleh penulis kerajaan, Lady Colin Campbell dalam wawancaranya bersama Page SixIa mengatakan bahwa Meghan tak bisa berbuat apa-apa untuk mewujudkan mimpinya ini ketika berada di Inggris.

“Inggris tak bisa mewujudkan itu untuknya,” kata Lady Colin. 

Penulis buku Meghan and Harry: The Real Story tersebut juga menyebut istri Pangeran Harry sebagai seorang yang gila akan popularitas. Sedangkan Duke of Sussex memiliki sifat yang berlawanan dari Meghan.

“Dia (Meghan) adalah seorang operator, ketergantungan akan popularitas, dan suka bermain dengan laki-laki. Seluruh hidup Meghan penuh dengan aksi,” kata Lady Colin. 

“Sedangkan Harry saat itu sangat putus asa untuk bertemu (menjalin hubungan) dengan seseorang. Dia bukanlah yang tercepat. Dia hanya peran pembantu. Menyedihkan,” begitu pernyataan penulis tersebut dalam bukunya. 

| Baca juga: Bocor! Ini Awal Mula Percekcokan Meghan dengan Keluarga Kerajaan

Penulis kelahiran Jamaika tersebut mengatakan kalau dirinya tahu banyak soal kehidupan di balik istana. Perempuan yang mendapat gelar bangsawan setelah menikah dengan Lord Colin Ivar Campbell itu mengungkap kalau Meghan membuat keluarga kerajaan sengsara.

“Aku tahu banyak. Para bangsawan, para abdi dalem, mereka berteman. Aku sudah menghadiri pesta mereka. Sudah ke rumah mereka. Dan aku sudah berhati-hati untuk menjadi positif dan bahkan tidak melakukan apapun. Meskipun Meghan seakan melemparkan seluruh keluarga Inggris di bawah bus,” cerita Lady Colin. 

Perempuan 70 tahun itu juga mengatakan kalau Meghan Markle tidak cocok menjadi seorang bangsawan. Karena keinginannya untuk menjadi bintang terlalu tinggi, ia jadi bertingkah seenaknya.

“Orang ini tidak lagi cocok dengan kehidupan kerajaan, seperti Angelina Jolie yang tidak cocok untuk berkompetisi di dunia tinju. Dia melambung terlalu tinggi karena dia selalu ingin jadi bintang, dia cenderung jadi berlebihan,” imbuh Lady Colin. 

Baca juga: Hobi Berceloteh, Ini Kata Pertama yang Dikenal Archie Harrison

Penulis tersebut juga mengatakan kalau Pangeran Harry juga terlalu pasif. Dia terlalu bergantung pada istrinya. 

“Dia (Pangeran Harry) seharusnya menjadi lebih aktif. Meghan pada awalnya tidak tahu soal ini. Meghan harus menjaga Harry dan menepuk pundaknya ‘Kau anak yang baik’. Bahkan Meghan harus menjawab pertanyaan untuk Harry,” sambungnya.

Lady Colin Campbell juga menyinggung soal Meghan dan Pangeran Harry yang sudah berencana untuk mundur dari kerajaan bahkan sebelum menikah. Ia mengatakan bahwa rencana tersebut tidaklah etis.

“Dia menikah dengan maksud untuk membangun perusahaan komersial. Itu adalah sesuatu yang terlarang di keluarga kerajaan,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here