Kate Middleton Jadi Korban Pemberitaan Bohong, Istana Murka

0
104
tuntutan pangeran william tatler majalah kate-middleton-menelpon-rumah-sakit-corona-virus
Foto: Hello Magazine

Majalah Tatler belum lama ini mengabarkan bahwa Kate Middleton merasa sangat terbebani akibat menumpuknya tugas kerajaan setelah Meghan Markle dan Pangeran Harry mundur. Bahkan dalam artikel bertajuk Catherine The Gerat tersebut, mereka mengungkap bahwa berat badan Kate turun drastis dan jadi kurus kering seperti mendiang Putri Diana.

Tak terima dengan pemberitaan tersebut, pihak Istana Kensington pun buka suara. Mereka menegaskan bahwa artikel yang ditulis oleh Anna Pasternak itu penuh dengan kebohongan. Pihak istana ‘marah besar’ setelah membaca ketidakakuratan berita tersebut.

“Cerita ini mengandung sejumlah ketidakakuratan dan kesalahan yang tidak diajukan kepada Istana Kensington sebelum dirilis,” kata juru bicara Istana Kensington. 

Tak cukup di situ saja, kabarnya Duke dan Duchess of Cambridge bakal menuntut majalah Tatler gara-gara laporan tersebut. Seorang narasumber dari pihak dalam mengatakan kalau laporan itu adalah  berita yang seksis dan mempermalukan perempuan.

“Itu (artikel) sangatlah kejam dan melukai. Itu sangat menjijikkan. Itu sangat seksis dan memperlakukan perempuan dengan cara terburuk,” ungkap narasumber itu kepada The Daily Mail.

Baca juga: Menyusuri Anmer Hall, Persembunyian Kate-William saat Corona

Narasumber tersebut juga menambahkan kalau tidak ada satu pun fakta dalam laporan itu. Secara spesifik ia mengatakan pernyataan bahwa sang Duchess kewalahan dengan tugasnya, itu tidaklah benar.

“Berita itu penuh dengan kebohongan. Tidak ada kebenaran dalam klaim mereka bahwa Duchess merasa kewalahan dengan tugasnya. Ataupun Duke yang dikabarkan terobsesi dengan Carole Middleton. Ini tidak masuk akal dan benar-benar salah,” lanjutnya.

Baca juga: 13 Karya Fotografi Kate Middleton dan Anaknya Ini Bikin Gemas Maksimal

Narasumber tersebut juga mengatakan kalau majalah Tatler adalah salah satu media favorit para anggota Royal Family. Meski demikian, tidak berarti mereka bisa seenaknya menulis pemberitaan palsu dan terbebas dari tuntutan hukum.

Tatler mungkin berpikir kalau mereka aman untuk melakukan apa saja karena suka dibaca oleh anggota kerajaan dan ada di setiap meja kopi mereka. Tetapi ini tidak akan menjadi pengecualian,” tegas sang narasumber.

“Ini sangat ironis kalau majalah favorit anggota kerajaan bakal dihancurkan oleh mereka (Royal Family). Duchess adalah perempuan yang pemalu sebenarnya, yang selalu mencoba melakukan yang terbaik,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here