Mengulik 4 Dedaunan yang Wangi dan Kaya Manfaat

0
258
Foto: Zeleno/Thinkstock

Penyanyi duo Simon and Garfunkel dalam lagu lama berjudul Scarborough Fair menyebutkan nama empat jenis dedaunan, yaitu parsley, sage, rosemary and thyme.

Dedaunan ini berbau wangi. Artinya ada kandungan minyak atsiri yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

Penggunaan daun yang banyak tumbuh di Mediterania itu akan mampu menciptakan kelezatan masakan tanpa penambahan bumbu penyedap. Mengapa tidak kita coba dalam masakan sehari-hari?

Parsley

Foto: Net

Daun tanaman Petroselinum crispum ini sudah tidak asing bagi kita karena banyak dijual di pasar swalayan. Seperti daun lainnya, parsley memang sudah digunakan secara turun temurun untuk mengatasi atau mencegah gangguan lambung, usus, dan ginjal. Rajin mengonsumsi parsley bisa membantu menjaga tekanan darah normal karena kerjanya sebagai pelancar air seni. Kandungan di dalamnya antara lain minyak atsiri dan flavonoid.

Mengolahnya mudah saja, cukup sebagai campuran dalam salad sayur. Cucilah parsley dalam air bersih yang dicampur cuka, rendam beberapa menit. Setelah itu dapat langsung digunakan.

Sage

Foto: Net

Tanaman asalnya Salvia officinalis, dengan daun yang bagian atas dan bawahnya dipenuhi bulu halus. Tergantung jenisnya, tanaman ini mempunyai aneka warna bunga, yaitu putih, pink, atau ungu.

Sejarah mencatat bermacam pemakaian yang luar biasa, termasuk kesehatan sistem saraf otak untuk mengatasi daya ingat yang lemah dan sebagai tonik.

Tercatat juga manfaatnya untuk kesehatan rambut, perawatan rongga mulut, pelancar air seni. Kandungan utama adalah minyak atsiri yang terdiri dari banyak senyawa, seperti sineol dan kamper. Kalau digunakan sebagai obat kumur telah terbukti dapat mengatasi kuman yang tumbuh pada plak gigi.

Itulah sebabnya masyarakat sering memanfaatkan rebusan atau seduhan daun sage sebagai obat kumur. Karena kandungannya itulah maka ada peneliti yang menemukan manfaatnya sebagai antioksidan, alias anti kanker dan tumor.

Thyme

Foto: Net

Bagian dari tanaman bernama Thymus vulgaris ini memang sudah digunakan seperti halnya kita menggunakan daun mint. Bau yang sangat harum disebabkan kandungan minyak atsiri yang ternyata terbukti mampu mencegah kerusakan makanan akibat pengaruh kuman dan jamur. Manfaat sebagai antioksidan dan antiradang cocok untuk menjaga kesehatan sel tubuh kita.

Mau mencoba membuat teh daun thyme? Ambil 4 gelas air, tambahkan 3-4 iris jahe segar, rebus. Siapkan 2 sendok makan daun thyme kering atau 4 gram basah. Ambil satu buah lemon yang dibelah dua. Kerok bagian dagingnya, peras dan saring. Kulit lemon dipotong-potong kecil, rebus bersama jahe sampai mendidih, kecilkan api dan lanjutkan pemanasan selama 10 menit.

Angkat, diamkan sebentar, kemudian tambahkan 2 sendok makan madu. Aduk dan dapat langsung diminum dua kali sehari satu cangkir. Teh ini membantu mengatasi kelelahan yang berlebihan.

Rosemary

Foto: Net

Nama tanamannya Rosmarinus officinalis dan yang dipakai adalah daunnya. Daerah asalnya memang kawasan mediterania, tapi sekarang sudah banyak dibudidayakan dan menghiasi rak bumbu masakan yang patut diperhitungkan.

Bukan saja karena aroma dan rasanya, tapi tentu manfaatnya bagi kesehatan kalau digunakan secara teratur sebagai makanan sehari-hari. Ada sebuah dokumen ilmiah yang menyebutkan manfaat rosemary sebagai pendongkrak daya ingat, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan.

Jadi, baik digunakan oleh para lansia agar terhindar dari gangguan otak yang menyebabkan penyakit Alzheimer. Kandungan minyak atsiri berkhasiat antioksidan alamiah, dan sudah terbukti bisa membantu melindungi fungsi liver dari kemungkinan kerusakan akibat zat racun.

Tips: Aroma dan kelezatan parsley, sage, rosemary dan thyme segar sangat cocok untuk dimakan dengan irisan campuran tomat, bawang merah, cabe
besar atau kecil. Tambahkan garam secukupnya dan air perasan jeruk
nipis. Campuran seperti ini tidak memerlukan bumbu penyedap lagi.
Makan secara teratur, umpama 3 kali seminggu, dan kita akan menjadi
makin sehat. (*)


Artikel diasuh oleh:
Prof Dr Mangestuti Agil
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga