Ngabuburit Seru di Pasar Sore-Sore dengan Nuansa Maroko

0
1718
Foto: Hafidz/Nyata

Mengisi bulan ramadan, tidak melulu hanya menghadiri acara berbuka puasa di sana sini. Kita juga bisa semakin produktif dengan mengikuti acara-acara yang menarik dan bermanfaat.

Seperti acara Pasar Sore-Sore yang berlangsung pada tanggal 1-3 Juni 2018 lalu, di Buro Bars and Garden Surabaya. Acara ini berlangsung sangat meriah dengan tema utama 3 Hari di Marakech. Acara tersebut juga didukung oleh Tabloid Nyata dan Tabloid Koki.

Disamping itu, Pasar Sore Sore Vol. 01 mengusung fashion sebagai sub tema acara kali ini. Ratusan pengunjung pun silih berganti memadati venue selama tiga hari berturut-turut.

Baca juga: Status Hubungan Dimas Anggara dan Nadine Terungkap

“Acara ini dibikin, karena aku kepingin buat event yang kecil, intimate, seru, tapi nggak di dalam mall. Makanya, pilih disini, dengan persiapan kurang dari sebulan, dikerjain sendiri sama teman-teman. Selain itu, kita juga mau memajukan brand lokal supaya bisa makin berkembang dan makin dikenal,” ujar Saski Maulana, salah satu pencetus Pasar Sore-Sore. Ia mengembangkan acara ini bersama tiga orang teman dekatnya yaitu Dian, Christina, dan Astrid Basjar.

Foto: Hafidz/Nyata

Baca juga: Fashionable Bersama Sahabat ala Valerie Thomas dan Shaloom Razade

Beragam kegiatan diusung dalam acara ini, seperti berbagi cerita dengan komunitas fotografi Analog Surabaya, Trunk Show by Adi Chandra, demo masak kue gluten free oleh Ladang Lima, Talk show Wadah Mimpi, serta live performance oleh Astrid Basjar.

Foto: Hafidz/Nyata

Di Pasar Sore Sore, Tabloid Nyata dan Koki menyediakan kids playground bagi pengunjung yang membawa anak-anak. Disana, terdapat berbagai permainan menarik yang mengasah kreatifitas, seperti bongkar pasang serta melukis batu dan telur.

Foto: Hafidz/Nyata

Salah satu acara yang menarik, adalah sesi berbagi cerita oleh komunitas Analog Surabaya. Beranggotakan 150 orang, komunitas ini didirikan karena kecintaan mereka pada kamera analog.

“Kenapa kamera analog, ya karena kita senang dengan prosesnya. Kita bisa lebih menghargai setiap momen, dan juga berhati-hati memilih. Karena isi roll hanya 36, jadi nggak bisa sembarangan jepret,” ujar Dimas Surya, salah satu pembicara pada Jumat sore (1/6) lalu.

Foto: Hafidz/Nyata

Sementara itu, proses cetak foto dari kamera analog juga memakan waktu yang cukup lama.

“Ya kalau cetak hitam putih saja, anak-anak (anggota) banyak yang bisa cetak sendiri, 2 hari jadi. Tapi kalau mau berwarna, harus ke digital printing. Biasanya sih, kita cetaknya kirim ke Bandung, bisa makan waktu 2 minggu jadinya,” kata Bintang, salah satu anggota komunitas.

Untuk terus mengembangkan hobi mereka, Bintang menjelaskan bahwa para anggota intens berkomunikasi via group chat.

“Kalau ada info atau yang perlu ditanyakan, semua tanya di grup. Mulai dari jualan barang, terus tanya-tanya tentang kamera, sampai janjian urunan cetak foto bareng, juga di grup. Biar ongkos kirimnya murah, kan lumayan bisa patungan,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Ramadan Kali Ini Menjadi Momen Spesial Astrid Bersama Anaknya

Foto: Hafidz/Nyata

Setelah sesi berbagi cerita berakhir, pengunjung disuguhkan penampilan para model di Trunk Show oleh Adi Candra. Empat model terlihat modis berlenggak-lenggok dengan look yang terinspirasi dari daerah Timur Tengah.

“Seneng banget sih pasti. Nggak susah juga mix match bajunya. Kesusahan sedikit, buat gaya kerudung sama turbannya, tapi sebelumnya udah sempet belajar kok dari internet, sama tutorial di YouTube,” ungkap Adi.

Wadah Mimpi: Savira Gunawan, Ribka Budiman, dan Adi Chandra, dalam Talk show ‘Berbusana Chic Saat Ramadan’. Foto: Hafidz/Nyata

 

Untuk urusan show, Adi memilih untuk terjun langsung mengurus segala detail, bahkan hingga ke pemilihan lagu-lagu untuk runway.

“Harus sesuai semuanya kayak yang aku mau, biar sejalan,” ucap lelaki berusia 23 tahun tersebut. Sedangkan seluruh pakaian yang dikenakan model, berasal dari tenant-tenant pengisi bazaar.

Baca juga: Momen Romantis Dimas Anggara dan Nadine Saat Traveling Bersama

Keesokan harinya, penyanyi bersuara khas asal Surabaya, Astrid Basjar tampil menghibur para pengunjung, yang juga disaksikan oleh kedua orang tuanya.

“Seru banget bisa kembali pulang ke Surabaya. Panasnya masih sama lah ya,” ungkap Astrid ketika tampil pada Sabtu malam (2/6) lalu.

Foto: Hafidz/Nyata

Penyanyi berusia 36 tahun ini menyanyikan beberapa lagu seperti Assalamualaikum, Cerita Cinta, Tentang Rasa, Terpukau, Inikah Cinta, dan ditutup dengan lagu andalannya, Jadikan Aku yang Kedua.

Foto: Hafidz/Nyata

Mengenakan setelan berwarna pastel, ibu satu anak ini tampil cantik dan tidak segan menghampiri pengunjung untuk mengajak bernyanyi bersama. Ia juga sempat mengucapkan selamat ulang tahun untuk kota kelahirannya.

“Selamat ulang tahun kota Surabaya. Semoga Surabaya selalu aman untuk kita semuanya,” ujarnya.

Baca juga: Alasan Rizal ‘Armada’ Ogah Buka-bukaan Soal Pernikahannya

Hari ketiga, diisi dengan beberapa kegiatan menyenangkan. Salah satunya adalah demo memasak kue oleh Ladang Lima dan Tiga Tungku. Mereka membuat banana cake dan biskuit chocochip, dengan menggunakan tepung gluten free berbahan dasar singkong.

Foto: Hafidz/Nyata

Para peserta pun terlihat antusias mengelilingi meja, sembari memperhatikan cara memasak sekaligus tips yang diberikan.

“Karena tepung ini kadar airnya lebih tinggi dibanding tepung terigu, maka kalau mau adaptasi resep umum, takarannya dikurangi 20%. Misal dibutuhkan tepung terigu 100gr, maka dengan tepung ini cukup 80gr saja,” ujar Annisa Pratiwi, pemilik Ladang Lima.

Inginkan pola hidup sehat untuk si kecil, membuat wanita berusia 31 tahun tersebut selektif terhadap makanan, hingga membuatnya mengembangkan produk sendiri sejak tahun 2014. Ia pun menegaskan jika produk bebas gluten, sangatlah bermanfaat bagi kesehatan.

“Gluten merupakan hal sangat dihindari. Pengidap kanker dan anak-anak berkebutuhan khusus pun dihimbau untuk menjauhi produk yang mengandung gluten, karena susah dicerna sama usus,” tambahnya.

Baca juga: Turut Berdukacita… Ayah Olla Ramlan Meninggal Dunia

Pandu, salah satu peserta demo masak, mengaku mendapat banyak manfaat dari acara tersebut.

“Saya bisa mengedukasi banyak orang di sekitar saya juga, karena selain lebih sehat, rasanya juga enak banget. Nggak kalah lah sama produk berbahan terigu,” kata lelaki berusia 25 tahun tersebut.

Foto: Hafidz/Nyata

Seluruh rangkaian acara Pasar Sore-Sore ditutup dengan penampilan salah satu penyanyi jebolan ajang pencarian bakat asal Surabaya, Daniel Ferro.

Pasar Sore-Sore Vol. 01 didukung oleh Bank BRI, Buro Bars and Garden, Gaia Beauty Spa, Make Over, Ruma Manis, Jirolu Catering, Manganose, Rendang Pak Kumis, serta media partner Tabloid Nyata dan Tabloid Koki.