Duh Serunya! Intip Yuk, Kegiatan Si Bolang Kemah Bareng di Alam Bebas

0
161
Foto: Why/Nyata

Sorak sorai mulai terdengar di Gunung Geulis Camp Area di Jalan Bukit Pelangi, Gunung geulis, Sukaraja, Bogor, Sabtu (30/6). Jambore Si Bolang (Jambolang) 2018, mulai dilaksanakan di area lapang luas.

Gerbang kayu bertuliskan Camp 7, menjadi sambutan selamat datang bagi Si Bolang yang berjumlah 250 anak. Kedatangan mereka dari seluruh Indonesia ini, untuk mengisi libur panjang bersama teman-teman baru.

Foto: Why/Nyata

Tampak dari raut wajah, mereka begitu menikmati suasana dan permainan yang disiapkan oleh panitia. Lomba bakiak dan balap karung jadi permainan pembuka. Keseruan pun semakin bertambah dengan kehadiran maskot boneka si Bolang.

Menurut Suci Mulyaputri, Public Relation Trans 7, Jambolang adalah acara rutin tahunan yang sudah dilaksanakan sejak 2008 lalu.

“Ini acara ke delapan kalinya. Setiap tahun kita adakan di alam terbuka,” terang Suci ketika ditemui Nyata di area camp Gunung Geulis.

Suci Mulyaputri, Public Relation Trans 7. Foto: Why/Nyata

Tujuan dari acara ini, Trans 7 ingin mengajak anak-anak Indonesia untuk merasakan sensasi sebagai Si Bolang yang cinta lingkungan.

“Tujuannya biar anak rasakan sensasi sebagai Si Bolang ada tema-tema cinta Indonesia dan cinta lingkungan,” jelasnya.

Setiap tahunnya, jumlah anak yang mendaftar selalu bertambah. Dari 100 kuota yang tersedia, tahun ini menjadi 250.

“Mulai dibuka pendaftaran sebelum puasa. Karena bertepatan momen liburan, banyak yang antusias. Bahkan ada yang nggak kebagian kuota,” terang Suci yang menyebut ada 350 anak yang mendaftar.

Foto: Why/Nyata

Sebagai konsep di lapangan, tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tak ada main lumpur, dan tempatnya dipilih lebih jauh riuhnya kota.

“Konsepnya berbeda, lebih clean ya nggak ada permainan yang sampai berlumpur. Ibu-ibu lebih senang karena nggak perlu nyuci baju kotor. Wilayahnya juga agak jauh dari kota,” tambahnya lagi.

Dari acara ini, Suci berharap anak-anak yang ikut Jambolang mendapat pengalaman seru. Ditambah lagi kemandirian terbentuk dalam kebersamaan dengan teman-teman baru.

“Di sini orangtua tidak boleh terlibat, karena biasanya mereka lebih berkembang kalau nggak ada orangtuanya. Pembentukan karakter mereka yang pasti lebih baik. Pulang ke rumah diharapnya bisa lebih mandiri lagi,” harap Suci. *Why/rez