3 Bahan Alami Untuk Mengatasi Asam Urat yang Mengganggu

0
159
Foto: Net

Punya gangguan asam urat? Bahan-bahan alami berikut ini bisa diandalkan untuk mengatasinya. Apa saja? Yuk, simak informasinya dibawah ini:

1Daun Salam

Sudah banyak info beredar tentang manfaat daun salam dan belimbing wuluh, untuk mengatasi hiperurisemia. Juga, banyak orang yang memang membuktikan, bahwa rasa sakit dan bengkak yang timbul bisa langsung teratasi.

Memang, penelitian baru sebatas pada hewan coba tikus, namun hasilnya menggembirakan. Oleh karena itu, cobalah mengonsumsinya secara teratur, yaitu 200 ml rebusan daun salam 3 kali seminggu, atau kombinasi daun salam dan belimbing wuluh.

Untuk daun salam segar diambil 5 lembar dan direbus dengan 500 ml air, lalu saring. Kalau kombinasi, ambil 3 lembar daun salam dan 2 lembar daun belimbing wuluh. Sebaiknya tidak melanggar diet hanya karena sudah mendapatkan obatnya. Ingat, kadar tinggi asam urat memicu kerusakan tubuh yang akan berakibat fatal.

2Daun Kemangi

Kita perlu mulai membiasakan makan banyak daun kemangi sebagai sayur. Selain mudah didapat, memang sudah terbukti manfaatnya sebagai anti stress, anti kuman, anti jamur, antioksidan dan anti bengkak (anti inflamasi).

Khusus untuk membantu mengatasi bengkak karena sakit gout, konsumsilah secara rutin. Umpama sebagai salad, olesi dengan minyak zaitun sebagai dressing. Atau, buatlah masakan trancam berbahan daun kemangi segar dan sayur lain.

3Kompres Jahe

Jahe sudah diakui secara ilmiah khasiatnya sebagai penghilang rasa nyeri dan pembengkakan (inflamasi), jadi cocok untuk penderita asam urat tinggi. Ada data menarik, yaitu pemakaian kompres berbahan jahe, untuk mengatasi nyeri tulang yang sudah berat. Hasilnya terbukti terjadi perbaikan kesehatan secara umum, yaitu hilangnya rasa sakit dan perbaikan fungsi organ tubuh.

Membuat kompres mudah, yaitu parutan jahe dibungkus sehelai kain bersih dan dapat langsung dipakai. Kalau suka, hangatkan bungkusan parutan jahe itu selama 5-10 menit dengan cara meletakkannya di dalam panci kukus yang sudah di panaskan terlebih dahulu.

Cara ini akan lebih efektif, kalau dikombinasikan dengan minum teh jahe secara rutin, yaitu 200 ml seduhan jahe segar 3 kali seminggu. Sedangkan kompresnya dilakukan setiap hari selama 2-4 bulan.

Jahe bisa dipilih jahe gajah segar, dan selanjutnya bisa dicoba mengganti dengan jahe merah atau jahe emprit yang lebih ’panas’. Selama pengobatan dengan jahe, pastikan untuk tidak pernah absen minum air putih 2 liter sehari, yang membantu kerja ginjal dalam mengeluarkan asam urat. Stop sama sekali konsumsi daging merah dan jeroan, dan yang pasti tidak minum softdrink dan alkohol.