Sering Minum Minuman Panas? Hati-hati Bisa Picu Kanker

Ilustrasi minuman panas dapat memicu kanker. (Foto: Freepik)
Ilustrasi minuman panas dapat memicu kanker. (Foto: Freepik)

Menikmati minuman hangat seperti secangkir kopi atau teh setiap pagi biasanya menjadi rutinitas sebagian orang. Bahkan ada yang menyeduh minuman dengan air yang sangat panas untuk mendapatkan kenikmatan di setiap sesapannya.

Namun demikian, dikutip dari Salah satu podcast Raditya Dika, rupanya minum air yang masih panas sebenarnya tidak baik lantaran dapat meningkatkan risiko kanker.

“(Air panas) suhu di atas 40-50 derajat itu kita langsung minum gitu akan ngerusak sel di area tenggorokan,” ucap dr. Christ Andrian.

Dokter Christ menyebut jika terus menerus menelan minuman atau makanan yang panas akan memicu terbentuk sel kanker. Oleh sebab itu akan lebih baik jika minuman atau makanan didiamkan terlebih dahulu sampai hangat.

| Baca Juga: Kenali Tahi Lalat yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Kanker

“Kalau itu kita lakukan secara berulang-ulang, sel yang rusak akan meregenerasi jadi jaringan baru dan itu akan memicu terbentuknya sel kanker itu tadi,” tambahnya.

Sementara dikutip dari Healthshots (4/2/2023), minum minuman yang sangat panas seperti air panas, teh, atau kopi, sebenarnya tidak baik lantaran dapat meningkatkan risiko kanker esofagus.

Bahkan disebutkan, makanan dan minuman yang terlalu panas dapat merusak kerongkongan dan meningkatkan risiko kanker tiga kali lipat.

Hal serupa juga dilaporkan oleh The Guardian pada (14/11/2023) yang menyebut adanya tinjauan sistematis dan meta-analisis yang menunjukkan bahwa meminum minuman yang sangat panas dikaitkan dengan kanker esofagus.

“Ini adalah apa yang disebut studi observasi yang melihat berapa banyak orang yang mengidap kanker dari waktu ke waktu,” kata Julie Thompson dari Guts UK, sebuah badan amal yang bertujuan meningkatkan kesadaran seputar kesehatan pencernaan.

| Baca Juga: Perokok Vape Meningkat, Amankah dari Risiko Kanker Paru-Paru?

“Buktinya, meminum minuman yang sangat panas, atau mengonsumsi makanan yang sangat panas, misalnya sup dan bubur bisa menyebabkan kerusakan pada kerongkongan (esofagus),” tambahnya.

Ia melanjutkan, risiko tersebut lebih terkait dengan karsinoma sel skuamosa, yaitu jenis kanker yang terjadi di bagian atas kerongkongan, dibandingkan jenis kanker lain yang disebut adenokarsinoma, yang terjadi di bagian bawah.

Penting juga untuk diingat bahwa risiko kanker esofagus masih relatif rendah, baik Anda meminum minuman panas atau tidak.

Dalam penelitian di Iran, risikonya meningkat 2 kali lipat di antara mereka yang rutin meminum minuman pada suhu 75 derajat Celsius, suhu terpanas yang tercatat dalam penelitian ini. Akan tetapi, peningkatan tersebut juga membuat risikonya cukup rendah.

| Baca Juga: Didiagnosis Kanker Kulit, Harry Jowsey Ajak Penggemar Waspada Sejak Dini

“5,5 dari 100.000 orang didiagnosis mengidap semua jenis kanker esofagus, jadi kanker ini masih cukup jarang,” kata Thompson.

Namun demikian, ada baiknya untuk selalu mewaspadai gejala kanker esofagus, karena kanker ini lebih bisa diobati jika diketahui pada tahap awal.

“Ini mungkin tidak menimbulkan gejala sampai mulai menghalangi aliran makanan dan cairan ke kerongkongan, atau membuat nyeri saat menelan,” kata Thompson. (*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here