Pencernaan Sehat, Tumbuh Kembang Anak Optimal

Ilustrasi cek pencernaan anak. (Foto: Getty/Halodoc)
Ilustrasi cek pencernaan anak. (Foto: Getty/Halodoc)

Dalam tumbuh kembang anak, masalah pada pencernaan selalu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Karena proses penyerapan nutrisi terjadi di saluran cerna, pencernaan yang sehat menjadi kunci tubuh yang sehat.

Menurut dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp. A, Subsp. G. H, ada beragam masalah pencernaan anak yang sering muncul, mulai dari diare hingga sulit buang air besar atau sembelit. “Memahami berbagai masalah pencernaan anak, tidak hanya penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat, akan tetapi juga untuk memastikan bahwa anak bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal,” ujar
Frieda.

Sembelit atau konstipasi adalah masalah yang sering ditemui pada anak. Dikatakan Frieda, bahwa anak yang mengalami sembelit memiliki keluhan frekuensi BAB yang tidak teratur disertai konsistensi tinja yang keras, kering, dan sulit dikeluarkan sehingga menimbulkan nyeri saat BAB.

Ada dua tipe konstipasi yang sering dialami anak-anak, di antaranya:

1. Konstipasi organik, yaitu adanya kelainan fungsi organ. Pada kondisi ini, sembelit disebabkan oleh penyakittertentu, misalnya penyakit celiac, gangguan tiroid, dan kelainan anatomi usus seperti penyakit hirschsprung.

2. Konstipasi fungsional, dialami sebagian besar anak-anak. Konstipasi ini terjadi ketika anak menahan keinginan untuk BAB. Konstipasi fungsional dapat disebabkan karena anak khawatir mengalami nyeri atau rasa tidaknyaman, misalnya karena bentuk tinja yang keras.

| Baca Juga: Kaya Vitamin, Manfaat Buah Duku untuk Kesehatan Tubuh

Apabila anak menahan BAB setiap hari, maka beberapa kondisi yang dapat terjadi antara lain, nyeri perut hebat dan kembung. Lalu nafsu makan menurun, mual atau refluks aliran balik dari lambung kekerongkongan, dan diare di pakaian dalam akibat kelebihan tinja cair yang merembes.

Untuk mencegah hal ini terjadi, orang tua harus sigap memeriksa kondisi anak. “tanda yang dapat dideteksi oleh orang tua saat anak mengalami konstipasi adalah adanya lecet pada sekitar dubur serta ukuran tinja yang besar dan keras,” jelas Dokter Spesialis Anak yang praktik di RS Pondok Indah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here