Penyanyi Halsey Terkena Leukimia dan Lupus, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Halsey dikabarkan tengah berjuang melawan penyakit serius yang diduga leukimia dan lupus. (Foto: instagram/iamhalsey)
Halsey dikabarkan tengah berjuang melawan penyakit serius yang diduga leukimia dan lupus. (Foto: instagram/iamhalsey)

Industri musik dikejutkan dengan berita penyanyi Halsey yang sedang sakit parah. Baru-baru ini melalui akun Instagramnya, Halsey membagikan momen di mana ia tengah berjuang melawan penyakit yang diduga lupus.

Meski tak secara gamblang menyebutkan penyakit apa yang sedang dideritanya, publik berasumsi jika ia terkena kanker. Dikarenakan sebagian hasil dari penjualan album barunya itu akan didonasikan ke organisasi kanker darah.

Lalu organisasi yang akan menerima donasi tersebut ialah Leukemia Lymphoma Society dan Lupus Research Alliance.

| Baca Juga: Halsey Idap Sakit Parah, Akui Bersyukur Masih Bisa Hidup

Lantas apa itu leukemia yang menggerogoti penyanyi Halsey? Leukemia bukan penyakit biasa. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh dengan cara menyerang sel darah putih di sumsum tulang belakang.

Berbeda dengan penyakit autoimun seperti Lupus, leukemia tidak menyerang organ tubuh lainnya. Sel darah putih yang tidak normal ini tak berfungsi sebagaimana mestinya. Dimana seharusnya mereka melawan infeksi dan malah menyerang sel darah merah yang sehat.

Akibatnya, kondisi ini menyebabkan berbagai gejala seperti demam, kelelahan, memar, pendarahan, dan pembengkakan organ.

Leukemia dibagi menjadi dua jenis berdasarkan kecepatan perkembangannya. Pertama, Akut. Sel darah abnormal berkembang pesat, bagaikan badai yang datang tiba-tiba. Penyakit pun memburuk dengan cepat. Jenis ini biasanya lebih sering terjadi pada kasus kanker anak-anak.

Kedua, Kronis. Sel darah abnormal berkembang perlahan, bagaikan kabut yang menyelimuti perlahan. Gejalanya pun muncul secara bertahap. Kasus ini lebih sering terjadi pada orang dewasa.

| Baca Juga: Penulis Lupus, Hilman Hariwijaya Meninggal Dunia. Postingan Terakhirnya Bikin Nyesek

Siapa yang berisiko terkena leukemia?

  1. Usia: Lebih sering menyerang orang tua (>55 tahun) dan anak-anak (<15 tahun).
  2. Riwayat Keluarga: Risiko meningkat jika anggota keluarga menderita leukemia
  3. Paparan: Pestisida, polusi udara, asap rokok, dan bahan kimia berbahaya dapat meningkatkan risiko.
  4. Kondisi Genetik: Sindrom Down dan Klinefelter dapat meningkatkan risiko.
  5. Riwayat kemoterapi dan pernah menderita kanker darah sebelumnya : Riwayat kemoterapi dan kanker darah sebelumnya dapat memicu leukemia.

Gejala apa yang harus diwaspadai?

  1. Demam tanpa sebab yang jelas
  2. Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening
  3. Perdarahan kulit dan/atau spontan
  4. Nyeri tulang
  5. Pembesaran testis dengan konsistensi keras
  6. Kejang sampai penurunan kesadaran
  7. Pucat, lemah, nafsu makan menurun, dan berat badan turun
  8. Mudah memar, berdarah, dan sering infeksi
  9. Anemia

| Baca Juga: Erika Carlina dan 7 Artis lainnya yang Mengidap Autoimun

Kenali Penyakit lupus

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, lupus adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Penyakit ini dapat mempengaruhi berbagai organ seperti persendian, kulit, ginjal, darah, otak, jantung, dan paru-paru.

Faktor risiko lupus meliputi:

  1. Genetik dan lingkungan: riwayat keluarga dengan lupus
  2. Infeksi virus atau bakteri
  3. Paparan sinar matahari
  4. Penggunaan obat tertentu
  5. Stres.

Gejala lupus bervariasi dari ringan hingga parah. Seringkali mencakup ruam berbentuk kupu-kupu di wajah, kelelahan berlebihan, serta nyeri dan pembengkakan sendi, terutama di tangan dan kaki. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here