Shenina Cinnamon Ditantang Pakai Bahasa Minang di Film Onde Mande

0
Foto: Dok. Instagram

Ditengah dominasi film horor yang tayang belakangan ini, film Onde Mande! setidaknya dapat menjadi angin segar perfilman Indonesia. Hal tersebut sangat diyakini oleh sang sutradara Paul Fauzan Agusta.

Apalagi latar cerita film hasil garapan Visinema bersama Gandeng Ceneng Film dan Visionari Capital ini mengusung genre drama keluarga dengan sentuhan komedi, mengangkat cerita tentang kehidupan masyarakat Minang di sekitar Danau Maninjau, Kecamatan Agam, Sumatera Barat.

“Saya optimistis film ini dapat menjadi angin segar di tengah genre horor yang mendominasi pasar film Indonesia. Ceritanya juga unik, sebuah komedi drama keluarga Minang. Apalagi syuting 90 pesen juga dilakukan di sana dan berbahasa Minang juga,” jelas Paul Fauzan Agusta kepada media di kawasan Cepete Jakarta Selatan belum lama ini.

|Baca Juga: Mesra Terus! Angga Yunanda – Shenina Cinnamon Diisukan Segera Menikah

Uniknya, film Onde Mande! ini dibintangi oleh para aktris dan aktor yang memiliki darah Minang. Adapun di antaranya adalah Shenina Cinnamon, Emir Mahira, Ajil Ditto, Jajang C Noer, Shahabi Sakri, Jose Rizal Manua, dan Musra Dahrizal.

Konferensi pers Onde Mande. Foto: Dok. IST

Berlatar cerita Minang, hampir 90 persen bahasa yang digunakan di film ini berbahasa Minang. Tentu ini memberikan tantangan tersendiri bagi para pemain muda.

“Ini hampir full dialognya Bahasa Minang, ini adalah pertama kalinya aku film bahasanya bukan Bahasa Indonesia,” ucap Sheninna Cinnamon di kawasan Cipete Jakarta Selatan Senin (15/5).

Shenina Cinnamon diketahui memang memiliki darah Minang dari pihak ibunya. Oleh karena itu, Shenina Cinnamon tidak terlalu kesulitan saat mempelajari bahasa Minang selama proses syuting ini.

“Untungnya kru disana sebagian lebih adalah orang Minang jadi pas ada yang salah langsung ada yang ngajarin di set. Aku diajarin pakai VN terus gimana cara pelafalannya, selain diajarin sama krunya yaa,” tutur Sheninna.

Sementara itu, dalam Onde Mande!, Emir Mahira memainkan karakter Anwar. Film itu menjadi dekat dengan Emir karena menyajikan latar belakang budaya Minangkabau.

“Aku seperempat Padang, kakek aku Padang, jadi yang lebih excited orangtua aku. Alhamdulillah mereka mendukung banget, mereka ajari bahasa Minang, padahal aku dialog pakai bahasa Indonesia,” ujar Emir Mahira.

Ajil Ditto mendapat peran sebagai pemuda Minang yang tinggal di Danau Maninjau, Sumatera Barat. Ajil Ditto mengaku, tak kesulitan dalam memerankan peran tersebut.

|Baca Juga: Jefri Nichol Pamer Kemesraan dengan Caitlin, Putus dari Shenina?

Foto: Dok. IST

Pasalnya, dirinya merupakan keturunan asli Minang, walaupun tidak lahir di Sumatera Barat.

Dalam berdialog menggunakan bahasa Minang Pegunungan selama proses syuting berlangsung, Ajil Ditto mengaku hanya mengaplikasikan bahasa sehari-hari yang ia dengar dari percakapan ayah, ibu, beserta kerabatnya yang sering menggunakan bahasa Minang.

Film yang rencananya tayang perdana pada 22 Juni 2023 itu bercerita tentang Angku Wan yang diperankan Musra Dahrizal, memenangkan hadiah undian sebesar 2 miliar.

Belum sempat menikmati hadiah tersebut, Angku Wan sudah lebih dahulu meninggal dunia. Berangkat dari hal tersebut, warga desa pun berusaha untuk mengambil hadiah milik Angku Wan dan menggunakannya untuk membangun desa.

Kemudian ada Si Mar, karakter perempuan yang diperankan Shenina Cinnamon yang berusaha memperjuangkan hadiah Angku Wan guna membangun desa nelayan tempatnya tinggal.

Dalam usahanya, keadaan semakin rumit saat Emir Mahira yang memerankan sosok Anwar hadir di tengah huru-hara hadiah. 
Anwar datang ke desa untuk memvalidasi bahwa Angku Wan adalah penerima hadiah yang sebenarnya. Dari situ lah, kemudian timbul konflik antara mereka perihal hadiah kemenangan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here