Pil KB Pria Mulai Diujicobakan ke Manusia

kontrasepsi non-hormonal pria

Sebuah inovasi akan lahir. Kabarnya Pil KB non-hormonal Pria mulai diuji kepada manusia, setelah sukses membuat tikus betina tidak hamil. Tidak main-main, angka keberhasilannya mencapai 99%, nyaris sempurna!

Ini adalah salah satu alternatif, ketika pria hanya punya dua pilihan: kondom (sementara) atau vasektomi (permanen). Sedangkan perempuan memiliki banyak variasi kontrasepsi seperti IUD, suntik, implan, dan lain sebagainya.

Para ilmuwan Universitas Minnesota sedang serius mengkaji penemuan baru ini sebagai alat pengontrol kelahiran non-hormonal yang disebut dengan proyek ‘YCT529’. Dirancang bagi mereka yang memiliki testis.

“Para ilmuwan telah mencoba selama beberapa dekade untuk mengembangkan kontrasepsi oral pria yang efektif, tetapi masih belum ada pil yang disetujui di pasaran,” kata dokter Abdullah Al Noman, mahasiswa pascasarjana di lab Gunda Georg, Ph.D., di Universitas Minnesota, dalam siaran pers untuk American Chemical Society.

“Kami ingin mengembangkan kontrasepsi pria non-hormonal untuk menghindari efek samping ini,” tambahnya. Para peneliti akan memulai uji klinis pada manusia pada “kuartal ketiga atau keempat tahun 2022,” menurut siaran pers, dilansir dari Parents (20/5) lalu.

| Baca juga: Hailey Bieber Ngaku Kena Stroke Gara-Gara Minum Pil KB

Bagaimana Cara Kerja Pil KB Pria?

Jika pil kontrasepsi wanita bekerja untuk mempengaruhi hormon estrogen, progesteron, atau keduanya dengan menghentikan ovulasi (pelepasan sel telur, red), mengubah kadar keasaman lendir serviks agar tidak disukai sperma, dan menipiskan lapisan dinding rahim sehingga tidak bisa menempel dengan baik.

Maka, Pil KB pria ini tidak akan mempengaruhi kadar hormon testosteron sama sekali. Sebaliknya, benda itu akan menghalangi protein yang mengikat vitamin A, yang penting bagi kesuburan pada mamalia.

Sejauh ini, penelitian hanya dilakukan pada hewan pengerat tetapi memiliki hasil yang sangat positif. Setelah empat minggu pemberian dosis oral, tikus “menunjukkan jumlah sperma yang lebih rendah secara drastis,” menurut The New York Times. Secara khusus, pil itu 99% efektif dalam mencegah kehamilan pada tikus.

Tikus-tikus itu juga pulih ke tingkat kejantanan normal dalam waktu empat sampai enam minggu setelah menghentikan obat, dan para peneliti tidak melihat adanya efek samping yang jelas. (Ini tidak berarti efek samping tidak ada, karena tikus tidak bisa mengomentari hal-hal seperti perubahan suasana hati dan kelelahan).

Namun, penting untuk dicatat bahwa banyak ahli yang skeptis. Itu karena manusia dan tikus memiliki interaksi gen dan sistem reproduksi yang berbeda, kata The New York Times, dan hasil studi tikus belum tentu diterjemahkan ke manusia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here