Pemilik Merasa Ketakutan! Rumah untuk Syuting ‘KKN di Desa Penari’ Dijual

Foto: Dok. Instagram @kknmovie

Kesuksesan film KKN di Desa Penari patut diacungi jempol. Belum genap satu bulan tayang di bioskop, film garapan MD Pictures itu telah dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Prestasi ini sungguh luar biasa karena film itu batal tayang selama dua tahun lamanya. Ini seakan menjadi tonggak perfilman Indonesia untuk bangkit kembali setelah menghadapi badai Covid-19.

Berbanding terbalik dengan kesuksesannya, ternyata ada kisah menyedihkan dari lokasi syuting tempat KKN di Desa Penari dibuat.

Film garapan sutradara Awi Suryadi itu mengambil tempat syuting di rumah warga bernama Ngadiyo yang berlokasi di Padukuhan Ngluweng, Kelurahan Ngleri, Gunungkidul, DIY Yogyakarta.

Kabarnya, Ngadiyo akan menjual rumah yang ditempati syuting film horor itu. Ia dan istrinya sudah pindah dari rumah itu sejak satu tahun lalu.

|Baca Juga: Tissa Biani, Sang Penari di ’KKN di Desa Penari’

Foto: Dok. Instagram @kknmovie

Chasanah, selaku ketua RT 002 RW 001 mangatakan bahwa alasan Ngadiyo tidak menempati rumah tersebut karena selalu merasa ketakutan.

“Setelah syuting selesai, dia pindah karena di situ perasaannya selalu takut. Sudah lama itu, sekitar satu tahunan lalu mereka pindah,” jelasnya dilansir dari Kompas.com.

Rumah berdinding kayu itu ternyata berlokasi jauh dari tetangga. Di sisi kanan dan kiri terdapat tanaman bambu dan pohon jati.

|Baca Juga: Bangga! Tiara Andini Jadi Satu-Satunya Penyanyi Indonesia yang Tampil Bareng Idol Kpop. Sejajar dengan Le Sserafim Loh

Setelah rumah itu ditinggal Ngadiyo dan istrinya, Chasanah pernah mendapati kejadian aneh di hunian itu. Salah satunya ia pernah mendengar cerita dari warga lain soal suara pengajian dari dalam rumah.

“Di malam tertentu terdengar suara pengajian, selama ini rumah sudah kosong lho. Tapi itu saya dengar berdasarkan informasi saja, karena saya belum pernah kejadian langsung,” lanjutnya.

Kini rumah itu masih belum menemukan pemilik barunya dan Ngadiyo tinggal bersama anaknya di Kelurahan Banaran, Kapenewon Playen, Gunungkidul. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here