Ngeri! 5 Taman Hiburan Mewah yang Dibiarkan Terbengkalai

0
1468
gullivers-kingdom
Foto: Sains Box

Dibangun dengan tujuan sebagai tempat hiburan, namun tempat wisata itu kini terbengkalai hingga terkesan mistis. Dibaliknya, terdapat berbagai macam kisah, yang membuatmu bergidik ngeri dan keheranan.

Berikut ini beberapa ulasan mengenai tempat hiburan yang kini dibiarkan begitu saja. Kalau berani, kamu bisa coba berwisata ke tempat itu!

1. Spreepark

Spreepark
Foto: Abandoned Berlin

Tempat ini pernah menjadi taman hiburan terbesar di Jerman. Terletak di Berlin Timur, Spreepark dibuka untuk menghormati ulang tahun ke-20 Republik Demokratik Jerman (GDR).

Tempat hiburan itu kemudian ditutup pada tahun 2002. Beberapa patung disana, jatuh tergeletak begitu saja. Roller coaster pun tenggelam dalam gulma. Kini tak ada yang berani masuk ke dalamnya.

Baca juga: 3 Hal Penting yang Harus Dilakukan Saat Berwisata Sendirian

2. Disney River Country

Disney-River-Country
Wajah Disney River Country yang dipenuhi tumbuhan liar dan wahana yang ditumbuhi lumut. (Foto: Dok. Instagram Seph Lawlles)

Walt Disney World dibuka tahun 1976, dimana Disney River Country ada di dalamnya, dan menjadi taman air Walt Disney yang pertama di Orlando, Florida.

Ketika itu, Disney River Country menjadi taman hiburan yang paling digemari. Namun pada tahun 1980, seorang anak berusia 11 tahun tewas terkena infeksi parasit yang ganas.

Karena tragedi tersebut, makin lama Walt Disney World makin redup pesonanya. Hingga pada 2001, wisata ini ditutup dan dibiarkan terbengkalai hingga saat ini.

3. Gulliver’s Kingdom

Gulliver's-Kingdom
Foto: Sains Box

Ada yang pernah tahu tentang kisah dari novel terkenal karya Johnathan Swift tahun 1726? Itulah yang mendasari pembangunan taman hiburan Gulliver’s Kingdom di Jepang.

Taman ini dibangun tahun 1997, dengan menyajikan raksasa Gulliver yang terbaring karena tubuhnya diikat di lantai oleh para liliput, persis seperti dalam cerita.

Baca juga: Solo Travelling? Why Not

Empat tahun kemudian, taman itu ditutup karena sepi pengunjung. Alasannya, karena wisata ini dibangun di sebelah gunung Fuji, berdekatan dengan Aokigahara, yang biasa disebut orang sebagai hutan bunuh diri. Kurang lebih 200 orang tiap tahunnya bunuh diri di tempat itu. Tak heran Aokigahara dan tempat disekitarnya menjadi ditakuti, karena dianggap berhantu.

Selain itu, lokasi Gulliver’s Kingdom juga berdekatan dengan bekas markas Aum Shinrikyo, kultus agama yang bertanggung jawab atas kematian 13 orang di Tokyo dalam serangan gas saraf tahun 1995.

4. Pripyat Amusement Park

Pripyat-Amusement-Park
Foto: Kaskus

Pripyat Amusement Park berlokasi di Ukraina Utara. Belum sempat dibuka, namun taman hiburan ini sudah ditutup pada 27 April 1986, sehari setelah bencana nuklir Chernobyl. Memang ketika itu, seluruh kota Pripyat akhirnya ditinggalkan, bukan hanya taman hiburannya saja.

Pripyat dulunya adalah kawasan tempat tinggal para pekerja pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Kebakaran Chernobyl akhirnya membuat pemerintah menutup kota yang dibangun tahun 1970 itu.

Meski dikhawatirkan tingkat radiasi pada taman ini masih tinggi, namun masih ada beberapa wisatawan yang ingin mengetahui keadaan taman hiburan tersebut saat ini.

5. Taman Festival Bali

taman-festival-bali
Foto: Travel Today

Taman Festival Bali terletak di pinggir pantai Padang Galak, Sanur, Kota Denpasar Bali. Dibangun tahun 1997, taman ini tak pernah selesai pembangunannya.

Baca juga: 5 Ide Anti-Mainstream Untuk Dekorasi Altar Pernikahan

Dua tahun kemudian, Taman Festival Bali ini ditutup, karena krisis moneter dan tak ada dana untuk melanjutkan pembangunannya. Padahal, wahana yang ditawarkan di tempat ini cukup menarik. Yakni theater 3D, gunung buatan yang dapat meletus berkala, pertunjukan laser di malam hari, kebun binatang wisata alam, amphitheater serta wahana lainnya.

Sudah ditinggalkan, kini wajah Taman Festival Bali menjadi cukup angker. Ditambah dengan tragedi kebakaran yang melanda tempat itu tahun 2012 lalu.

Meski tak dirawat, namun bagi wisatawan yang ingin ‘uji nyali’ ditempat itu, dikenakan biaya masuk Rp 10.000/orang sebagai biaya untuk penjaga ditempat tersebut. (*)