Organisasi Kesehatan Kanada Dukung Penurunan Stunting di Jatim

0
35
stunting-di-jawa-timur
Vitria (tengah) dan Sri (kiri). Foto: Bayu Basu Seno/Nyata

Tingginya angka stunting di provinsi Jawa Timur (Jatim) sebesar 26,6 persen, hampir menyamai nasional yakni 33,7 persen. Hal ini membuat Nutrition International (NI) memberikan dukungan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, dan Dinkes kabupaten atau kota setempat untuk menurunkan angka stunting.

Organisasi global yang berpusat di Ottawa, Kanada ini memiliki fokus pada kekurangan gizi mikro ibu hamil dan anak-anak.

”Pemberian dukungan yang dilakukan NI untuk mencegah dan menurunkan stunting dilakukan secara bertahap. Awalnya pada tahun 2006, pemberian vitamin A pada anak-anak,” ujar Direktur NI Indonesia, Dr. Sri Kusyuniati, saat ditemui di acara Pertemuan Penguatan Integrasi Zat Gizi Mikro Dalam Rangka Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting, di Mercure Grand Mirama Surabaya, Kamis (2/5) lalu.

Baca juga: Nyatanya Obat Herbal Tak Kalah dengan Obat Kimia

”Kemudian berkembang dengan pemberian layanan IVA dan pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil dan remaja. Di Jatim sendiri sudah dimulai sejak 2017,” Sri menambahkan.

Menurut Kordinator Program Kesehatan Ibu dan Anak NI Indonesia, Mardewi, saat ini pihaknya fokus di 10 kabupaten atau kota untuk pencegahan dan penurunan stunting di Jatim. Di antaranya, Bangkalan, Sampang, Banyuwangi, Lumajang, Jember, Situbondo, Probolinggo, Ponorogo, Ngawi dan Pacitan.

”Pemilihan kabupaten ini berdasarkan permintaan dari Dinkes Jatim. Jadi bukan NI yang memilih, sehingga bisa menyebar,” kata Mardewi saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Musim Hujan Datang, Yakin Sudah Siaga Cegah Demam Berdarah?

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim, drg. Vitria Dewi, MSi, tingginya angka stunting di Jatim sendiri dikarenakan jumlah penduduk Jatim sangat besar

”Tidak hanya di 12 kabupaten lokus stunting, tapi juga di kabupaten-kabupaten lain,” kata Vitria.

Pihaknya berharap, dengan adanya pertemuan 180 orang dari jajaran Dinkes kabupaten/kota yang dikoordinir oleh NI ini, dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan angka stunting di Indonesia, khususnya Jatim.

”Karena untuk menurunkan stunting dibutuhkan kordinasi lintas program. Kalau tidak demikian mustahil stunting dapat turun,” jelas Vitria.

Program yang dilakukan NI ini rencananya akan berakhir pada September 2019 mendatang. Setelah selesai, program ini akan dilanjutkan di daerah-daerah lain.

”Walaupun program NI sudah selesai, tapi secara nasional akan kami kembangkan program seperti ini untuk Jawa Barat (Jabar) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Jadi program di Jatim ini sebagai pembelajaran untuk kami gunakan lagi di Jabar dan NTT,” kata Mardewi lagi.

Baca juga: Butuh Ketenangan Jiwa? Masak Roti Bisa Jadi Obatnya

Perlu diketahui, untuk pembiayaan program ini, selain dari pemerintah Kanada juga dari Australia. Tak hanya Indonesia yang menjadi negara sasaran NI, tapi ada beberapa negara lainnya.

”Kami bergerak di 5 negara di Asia dan Afrika,” ujar Mardewi. (*)