Sebut Bom Surabaya Hanya Rekayasa, Kepsek SMP Ditangkap

0
619
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Sementara warga Surabaya tengah berduka dengan aksi teroris hari Minggu (13/5) kemarin, ada pihak yang menganggap bahwa kejadian bom Surabaya, hanyalah sebuah rekayasa.

“Sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui. Sekali ngebom: 1. Nama Islam dibuat tercoreng, 2. Dana triliyunan program anti teror cair, 3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam. Sadis lu, bong…rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu..!!!,” tulis seorang perempuan berinisial FSA di akun Facebook-nya.

Tulisan tidak sensitif tersebut kemudian membawa petaka bagi perempuan yang menjabat sebagai kepala sekolah, di salah satu SMP di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar). Pasalnya, FSA ditahan polisi usai menuliskan status tersebut, yang kemudian menjadi viral dan dikecam netizen.

Baca juga : Dibilang Semerdu Justin Bieber, Anak David Beckham Ikut Audisi K-Pop?

FSA ditangkap di rumah kosnya, di Jalan Sungai Mengkuang, Desa Pangkalan Buton, Sukadana, Kayong Utara. Dikutip dari OkeZone.com, perempuan 37 tahun tersebut kini resmi menjadi tersangka, usai diperiksa selama 9 jam di Polda Kalbar.

“Selama 9 jam dia diperiksa oleh tim Ditreskrimsus. Akhirnya, statusnya kita tingkatkan menjadi tersangka dan sudah kita tahan,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo.

Baca juga : Komentari Bom Surabaya, Agnezmo Ungkap Indahnya Perbedaan

Ada dua hal yang didalami dalam kasus ini, yaitu unsur SARA dan ujaran kebencian.

“Dia dikenakan pasal berlapis, yakni UU ITE dan Tindak Pidana,”ucap Nanang.

Dalam kesempatan tersebut, Nanang juga menyampaikan himbauan Kapolda Kalbar, agar masyarakat lebih bijak dan berhat-hati dalam bermedia sosial.

“Sudah dikasih tahu kegiatan media sosial ini harus berhati-hati dalam menshare. Kita harus berpikir dahulu sehingga tidak menjadi bahaya bagi diri kita dan orang lain,” pungkasnya.