Cooking Competition for Men, Uji Mental untuk Koki Muda

0
2801
Foto: Hafidz/Nyata

Wanita bisa memasak itu biasa. Tapi, pria bisa mengolah makanan untuk dihidangkan tentu menjadi nilai plus tersendiri. Itulah yang menjadi motivasi Nyata menggelar Cooking Competition for Men di Marvel City Surabaya, Minggu (29/4) lalu.

Diikuti lebih dari 50 pria dari Surabaya dan beberapa kota lain di Jawa Timur, lomba masak ini menjadi ajang uji mental untuk para koki pemula, maupun mereka yang sekedar hobi masak.

”Memasak juga perlu percaya diri. Ikut lomba masak bisa jadi cara untuk menguji mental ini. Jika tidak percaya diri, rasa dan tampilan makanan yang dimasak tidak akan sesuai yang diharapkan,” ujar Steve Bhakti Tanudharma, Executive Chef Sheraton Surabaya Hotel & Towers.

Steve yang juga menjadi salah satu dewan juri di acara tersebut menandaskan, tak hanya rasa, kreativitas mengolah makanan dan higienistas juga penting diketahui oleh seorang koki.

Dari kiri: Alfian dan Adrian. Foto: Hafidz/Nyata

Acara Cooking Competition sendiri mengambil tema masakan nusantara, untuk menu yang dilombakan. Adrian, peserta asal Surabaya misalnya, memasak menu ayam singgah khas Padang.

”Untuk dessert, saya buat dadar gulung warna-warni,” kata Adrian yang mengaku belajar masak sejak SMP.

Tidak hanya yang memiliki latar belakang kuliner, peserta yang berlatar belakang non kuliner pun tidak sedikit. Sebut saja Alfian yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Ada juga Indra yang seorang web designer.

”Ini pertama kalinya saya ikutan lomba masak. Biar kelihatan keren kalau cowok masak,”  ungkap Alfin sambil menyiapkan es dawet untuk dinilai para juri.

Junaedi, peserta paling tua yang semangat sekali saat memasak ayam kemangi. Foto: Hafidz/Nyata

Yang menarik, lomba ini juga dikuti kakek Junaedi yang sudah berusia 62 tahun. Di acara itu, Junaedi memasak ayam goreng kemangi dan lapis sakura.

”Saya ikutan lomba ini karena disuruh istri dan anak saya. Tuh mereka jadi suporter,” kata Junaedi sambil menunjuk istrinya yang berdiri tak jauh dari area lomba.

Dari kiri: chef Wawan Septiono, chef Steve, chef Suryani Sri Mulyani. Foto: Hafidz/Nyata

Di akhir lomba, tiga dewan juri yang terdiri dari chef Steve, chef Suryani Sri Mulyani, chef Wawan Septiono, memilih tiga peserta terbaik, yaitu Dadok Pratama (juara 1), Adhitya Wisnu (juara 2), dan David Bryan Satria (juara 3). Masing-masing pemenang mendapat hadiah uang tunai, tropi dan bingkisan dari sponsor.

Foto: Hafidz/Nyata

Sebagai juara satu, Dadok mengaku baru pertama ikut lomba masak. Meski begitu, sejak awal dia sudah optimis menang.

“Tadi saya masak Balinese Food, Roll Chicken, Jimbaran Sauce, Perkedel Potetos, Miniatur Vagetabel, dan dessert-nya casafalogi serta Yellow Sause. Ide membuat makanan ini dari orangtua saya,” katanya. amy/bas/rez