Tewas Mengenaskan, Blake Painter Punya 5 Fakta Mengejutkan

0
516

Kabar duka datang dari industri pertelevisian Amerika serikat. Pasalnya, bintang acara dokumenter memancing Deadliest Catch, Blake Painter meninggal dunia.

Laki-laki 38 tahun tersebut, ditemukan oleh temannya dalam keadaan tak lagi bernyawa, di kediamannya di Astoria, Oregon, Amerika Serikat, pada Jumat (25/5) kemarin. Dikutip dari TMZ, polisi menemukan beberapa obat terlarang di rumahnya.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, pada pada tubuh Blake. Namun, penyebab kematiannya belum secara resmi diumumkan. Pihak kepolisian Clastop County Sheriff’s, akan melakukan otopsi dan tes toksikologi terlebih dahulu, terhadap jasad Blake.

Kematiannya yang mendadak, memang mengejutkan banyak pihak. Kabarnya, dia juga memiliki sejarah sebagai pengguna obat-obatan terlarang.

Yuk, simak, siapa sih sosok Blake Painter ini, melalui 5 fakta yang telah kami rangkum di bawah.

Seorang insinyur yang naik pangkat jadi Kapten kapal F/V Maverick

fakta blake painter
Foto: Discovery Channel

Blake bergabung dengan Deadliest Catch season 2, yang ditayangkan di Discovery Channel tahun 2006 lalu. Dia adalah seorang nelayan ahli kepiting. Pada awalnya Blake bertindak sebagai insinyur kapal, namun dia naik pangkat menjadi kapten yang sukses dan dihormati.

Terlibat hingga tahun 2007, Blake dengan sukarela mundur dari acara dokumenter itu, setelah season 3 berakhir. Tidak ada alasan yang jelas, mengenai pengunduran dirinya ini.

Baca juga: Hubungan Asmara Emma Watson Kembali Kandas

Kapten Playboy

profil blake painter
Foto: Discovery Channel

Wajah tampan dan profesi yang dihormati, menjadikan Blake sebagai seorang pria yang dengan mudah mendapatkan perhatian wanita. Dikutip dari Hollywood Life, Blake terkenal sebagai seorang laki-laki yang suka tidur dengan banyak perempuan. Bahkan disebutkan, bahwa dia memiliki seorang teman kencan di setiap dermaga.

Sempat terlibat kecelakaan serius pada Juni 2016 lalu

Kecelakaan Blake Painter
Foto: Discovery Channel

Media The Daily Astorian melaporkan, bahwa Blake sempat mengalami kecelakan mobil serius ketika menarik perahunya, pada Juni 2016 lalu. Bahkan, pria itu harus diselamatkan dengan menggunakan penjepit, dari mobil pickup-nya.

Kondisi mobilnya pun sudah hancur, karena menabrak pohon, begitu juga dengan perahunya yang rusak.

Baca juga: Gaya Fashion Cinta Laura yang Trendy Abis Saat Kunjungi Maroko

Beberapa kali terlibat kasus kriminal

Blake Painter tewas mengenaskan
Foto: Discovery Channel

Pada Januari 2001, Blake sempat ditangkap karena kepemilikan senjata api, yang membahayakan orang lain, serta bertindak kriminal. Dia juga beberapa kali ditangkap, karena melanggar peraturan memancing dan melanggar lalu lintas.

Blake lagi-lagi harus ditangkap, karena berkendara di bawah pengaruh zat berbahaya pada Juli 2013. Maret 2015, menjadi momen ketika sang kapten harus ditangkap, karena berkendara dengan menggunakan surat izin mengemudi yang masih ditangguhkan.

Kasus terbaru yang menimpanya terjadi pada Januari 2018. Blake ditangkap karena kepemilikan heroin, dan berkendara di bawah pengaruh zat berbahaya.

Baca juga: 6 Momen Serunya Miracle Birthday Putri Bungsu Joanna Alexandra

Hasilkan Rp 1 milyar dalam 3 hari

Penyebab kematian blake painter
Foto: Discovery Channel

Blake sempat bercerita suka duka dalam menjalani profesinya. Dalam sebuah tulisan Seattle Weekly pada tahun 2013, laki-laki tersebut dikabarkan memiliki masalah kesehatan.

“Aku menderita selama beberapa lama, karena itu selalu diulang-ulang,” ungkapnya.

Dalam laporan tersebut, dituliskan bahwa Blake berteriak-teriak ketika bangun tidur karena kesakitan. Dia juga menceritakan, saat itu dirinya harus melakukan operasi untuk sindrom carpal tunnel yang dideritanya.

Di antara banyak luka yang dideritanya, Blake pernah terluka kait pancing yang menembus tangannya, melukai jarinya dan membuat lengannya tertahan di perangkat kapal nelayan yang dikenal sebagai the crucifier (kait logam raksasa di atas kapal).

Di sisi lain, profesi berbahaya ini juga memberikan imbalan yang besar. Blake mengatakan, bahwa tidak jarang, seorang nelayan menghasilkan US$ 1,000 (sekitar Rp 13,9 juta) tiap harinya.

Bahkan, dia sempat menghasilkan US$ 72,000 (Rp 1 milyar) selama 3 hari, pada 2011 lalu.