Siswi SMK Mesuji Dibunuh Paman, Diduga Telah Direncanakan

Ilustrasi siswi SMK Mesuji Dibunuh dan Diperkosa Paman (Foto : Illustrative image)
Ilustrasi siswi SMK Mesuji Dibunuh dan Diperkosa Paman (Foto : Illustrative image)

Penemuan mayat berinisial AL (16), siswi SMK 1 Tanjung Raya Mesuji, Lampung, sempat menggegerkan warga pada 28 Mei lalu. Korban itu ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka tusuk di tubuhnya.

Atas kejadian itu, kasus siswi SMK Mesuji ini akhirnya terungkap. Pembunuhnya ternyata pamannya sendiri. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Umi Fadilah mengatakan, pelaku berinisial H.

Dia ditangkap di lokasi persembunyiannya di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (1/7/2024) dini hari. 

| Baca Juga : Polda Jabar Ungkap Pegi Setiawan Bukan Korban Salah Tangkap

“Benar, sudah ditangkap. Pelaku diketahui adalah paman dari korban sendiri,” kata Umi ketika dihubungi, Selasa (2/7/2024) lalu.

Dia menuturkan, kasus tersebut terungkap setelah anggota kepolisian berhasil mengidentifikasi rekaman kamera CCTV di beberapa lokasi usai siswi SMK 1 Tanjung Raya Mesuji itu ditemukan tewas.

Polisi juga mendapati sebilah senjata tajam yang diduga digunakan untuk membunuh korban. Tidak hanya membunuh keponakannya, H diduga sempat melakukan rudapaksa korban.

Hal tersebut diketahui karena saat korban ditemukan, AL tewas dalam kondisi tidak mengenakan celana dalam dan hanya memakai seragam sekolah.

| Baca Juga : Siswi SD Diperkosa 20 Pria, Polisi Baru Tetapkan 10 Tersangka

Umi menyebut, motif sementara pelaku adalah desakan ekonomi sehingga pelaku ingin menguasai uang milik korban.

“Motif sementara dari perbuatan pelaku ini adalah ekonomi. Pelaku ingin menguasai uang milik korban,” kata Umi saat dihubungi, Selasa (02/07) lalu.

Saat kejadian, pelaku sempat menghubungi korban yang berdalih minta diantarkan ke suatu daerah. Namun ternyaya pelaku punya tujuan lain. Yakni merencanakan pembunuhan kemudian memerkosa korban.

“Ya pelaku diduga telah berencana menghilangkan nyawa korban,” kata Umi melalui pesan elektronik, Rabu (03/06).

Umi mengatakan, pelaku dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan atau Pasal 365 ayat 3 KHUP dan Pasal 81 ayat (3) Undang-undang Noṃor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman maksimal bagi pelaku adalah hukuman mati,” kata Umi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here